Monday, 12 March 2018

Tugas 1 Perilaku Organisasi ( Universitas Terbuka )

Soal
1. Jelaskan 5 karakteristik utama organisasi!
2. Sebutkan 6 kategori nilai oleh Allport!
3. Apa hubungan dari persepsi dan atribusi?

Jawab :

1,  5 karakteristik utama organisasi

(a) unit/entitas sosial,
(b) beranggotakan minimal dua orang,
(c) berpola kerja yang terstruktur,
(d) mempunyai tujuan yang ingin dicapai dan
(e) mempunyai identitas diri.


a. Unit / entitas sosial
Organisasi adalah rekayasa sosial basil karya manusia (man-made)12 yang bersifat tidak kasat mata (intangible) dan abstrak sehingga organisasi sering disebut sebagai artificial being. Oleh karena sifatnya tersebut, organisasi dengan demikian lebih merupakan realitas sosial ketimbang
sebagai realitas fisik. Meski bukan sebagai realitas fisik, bukan berarti bahwa organisasi tidak membutuhkan fasilitas fisik. Fasilitas fisik seperti gedung, peralatan kantor maupun mesin-mesin masih tetap dibutuhkan (meski tidak harus dimiliki) karena dengan fasilitas fisik inilah
sebuah organisasi bisa melakukan kegiatannya. Di samping itu, dari fasilitas fisik ini pula orang luar mudah mengenali adanya entitas sosial.
Meski begitu tidak berarti pula bahwa hanya dengan semata-mata merujuk pada keberadaan fasilitas fisik kita bisa mendefinisikan adanya sebuah organisasi. Sebagai contoh, sebelum ditutup pemerintah, Bank BHS bisa disebut sebagai organisasi karena merupakan realitas sosial. Namun,
setelah itu meski gedung-gedungnya masih berdiri megah dan logo BHS masih menempel di gedung tersebut Bank BHS sebagai realitas sosial sudah berakhir dan yang tinggal hanyalah realitas fisik yang tidak lagi bisa disebut sebagai organisasi.

b. Beranggotakan minimal dua orang
Sebagai basil karya cipta manusia, organisasi bisa didirikan oleh seseorang yang mempunyai kemampuan, pengetahuan, dan sarana lainnya. Kadang-kadang juga didirikan oleh dua orang atau lebih yang sepakat dan mempunyai ide yang sama untuk mendirikan organisasi. Tanpa melihat siapa yang mendirikan atau berapa pun banyaknya pendiri sebuah organisasi, yang
pasti manusia dianggap sebagai unsur utama dari organisasi. Tanpa keterlibatan manusia sebuah entitas sosial tidak bisa dikatakan sebagai organisasi. Bahkan secara ekstrim bisa dikatakan bahwa tidak ada satu pun organisasi yang tidak melibatkan manusia dalam kegiatannya.
Artinya
keterlibatan manusia dalam organisasi adalah sebuah keharusan. Lstilah populernya adalah organization is by people for people
- organisasi didirikan oleh manusia untuk kepentingan manusia.
Namun, untuk dikatakan sebagai organisasi, seseorang tidak bisa bekerja sendirian, misalnya hanya dibantu mesin-mesin atau robot, tetapi harus melibatkan orang lain - satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih yang bekerja sama dalam satu ikatan, baik dalam ikatan fisik- tempat kerja yang sama ataupun dalam satu jaringan kerja. Dengan kata lain, salah satu persyaratan agar sebuah entitas sosial disebut organisasi adalah harus beranggotakan dua orang atau lebih agar kedua orang tersebut bisa saling kerja sama, melakukan pembagian kerja dan agar terdapat spesialisasi dalam pekerjaan.

c. Berpola kerja yang terstruktur
Prasyarat bahwa organisasi harus beranggotakan minimal dua orang menegaskan bahwa berkumpulnya dua orang atau lebih belum dikatakan sebagai organisasi manakala berkumpulnya dua orang atau lebih tersebut tidak terkoordinasi dan tidak mempunyai pola kerja yang terstruktur.
Sebagaicontoh, ketika terjadi kebakaran di sebuah kampung, biasanya para tetanggasecara sukarela membantu memadamkan kebakaran tersebut. Ada di antara mereka yang mengambil air, menyelamatkan barang-barang dari amukan api, menolong orang dari jebakan api, menyiramkan air ke tempat yang terbakar atau bahkan ada sebagian orang yang hanya sekadar melihat kejadian dan mungkin ada wartawan yang meliput kejadian tersebut. Berkumpulnya beberapa orang tetangga dalam kaitannya dengan upaya mereka untuk memadamkan kebakaran, belum cukup untuk mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah organisasi paling tidak karena mereka sekadar bekerja bersama-sama bukan bekerja sama dengan pola kerja yang terstruktur.

d. Mempunyai tujuan
Organisasi didirikan bukan untuk siapa-siapa dan bukan tanpa tujuan. Manusia adalah pihak yang paling berkepentingan terhadap didirikannya sebuah organisasi. Organisasi didirikan karena manusia sebagai makhluk sosial, sukar untuk mencapai tujuan individualnya jika segala sesuatunya harus dikerjakan sendiri. Kalau toh dengan bekerja sendiri tujuan individual
tersebut bisa dicapai, tetapi akan lebih efisien dan efektif jika cara pencapaiannya dilakukan dengan bantuan orang lain melalui sebuah organisasi. Artinya, tujuan didirikannya sebuah organisasi adalah agar sekelompok manusia yang bekerja dalam satu ikatan kerja lebih mudah
mencapai tujuannya ketimbang mereka harus bekerja sendiri-sendiri. Dalam hal ini harus dipahami bahwa meski ada kerja sama di antara sekelompok orang dalam satu ikatan kerja tetapi tidak bisa diinterpretasikan bahwa tujuan mereka sama. Ada kemungkinan tujuan masing-masing
individu berbeda, tetapi kesediaan mereka berada dan bergabung dalam sebuah organisasi menunjukkan atau dianggap bahwa mereka mempunyai kesepakatan untuk saling membantu dalam mencapai satu set tujuan baik tujuan masing-masing individu (tujuan anggota organisasi) maupun tujuan organisasi itu sendiri (tujuan para pendiri organisasi).


e. Mempunyai identitas diri
Ketika sepotong besi dipadukan dengan besi lain maka perpaduan besi tersebut bisa menjadi sebuah mesin yang berbeda dengan mesin lainnya. Jika beberapa suara diaransir maka jadilah sebuah lagu yang berbeda dengan lagu lainnya. Demikian juga jika sekelompok manusia diorganisir untuk melakukan kegiatan maka jadilah sekelompok manusia tersebut entitas sosial
yang berbeda dengan entitas sosiallainnya. Sebuah mesin mudah dibedakan dengan mesin lainnya melalui tampilan fisiknya, sebuah lagu berbeda dengan lagu lainnya melalui nada suaranya, namun tidak demikian dengan organisasi. Perbedaan satu entitas sosial
dengan entitas sosial lainnya sulit untuk ditengarai karena beberapa alasan.
Pertama sifat organisasi yang intangible dan abstrak menyulitkan seseorang untuk melihat atau menyentuh organisasi. Kedua, organisasi sebagai subsistem dari sistem sosial yang lebih besar memungkinkan para anggotanya saling berinteraksi dengan anggota masyarakat di luar organisasi. Bahkan ketiga, sering terjadi bahwa seseorang menjadi anggota lebih dari
satu organisasi sehingga batasan organisasi seolah-olah menjadi kabur kalau batasan tersebut hanya dilihat dari keanggotaan seseorang. Meski demikian bukan berarti sebuah organisasi tidak mempunyai batasan dan identitas diri. Identitas diri sebuah organisasi secara formal
misalnya bisa diketahui melalui akte pendirian organisasi tersebut yang menjelaskan
siapa yang menjadi bagian dari organisasi dan siapa yang bukan, kegiatan apa yang dilakukan, bagaimana organisasi tersebut diatur atau siapa yang mengaturnya.
Di samping itu, organisasi juga dapat diidentifikasikan melalui variabel yang sifatnya informal dan sulit dipahami tetapi keberadaannya tidak diragukan. Variabel tersebut biasa disebut sebagai
budaya. Seorang anthropolog dari Filipina
- F, Landa Jocano bahkan menegaskan bahwa sekelompok orang yang bekerja sama tidak akan dikatakan sebagai organisasi manakala kelompok tersebut tidak mempunyai budaya. Jadi, budaya dalam hal ini dianggap sebagai variabel yang menjadi karakteristik sebuah organisasi dan membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lainnya.

2, 6 kategori nilai oleh Allport :
a.Nilai teoretik. Nilai-nilai teoretik rnernberi ternpat yang sangat tinggi terhadap upaya rnencari kebenaran (discovery of truth) rnelalui pendekatan kritis dan rasional.
b.Nilai ekonomik. Menekankan pentingnya nilai guna dan kepraktisan.
c.Nilai estetika. Mernberi penghargaan yang tinggi terhadap bentuk dan harrnoni.
d.Nilai sosial. Mernberi perhatian yang tinggi terhadap kepentingan rnasyarakat.
e.Nilai politik. Mernperoleh kekuasaan (power) dan rnarnpu rnernpengaruhi banyak orang rnerupakan indikator dari nilai politik.
f. Nilai religi. Menjunjung tinggi aturan-aturan agama.

3, Hubungan dari persepsi dan atribusi
Persepsi adalah proses kognitif yang memungkinkan seseorang menerima, menyeleksi, menginterpretasikan, memahami, dan memaknai stimulus yang berasal dari lingkungan sekitar.
Teori atribusi menjelaskan tentang siapa yang harus tanggung jawab terhadap proses kognitif berkaitan dengan perilaku seseorang - apakah perilaku tersebut disebabkan karena kepribadiannya atau karena dorongan lingkungan.
Dari definisi di atas kita dapat memahami bahwa memang Persepsi dan Atribusi tidak bisa di pisahkan, seperti mencari dan menetapkan .

Terima Kasih

0 comments:

Post a Comment