Soal
1. Jelaskan 5 karakteristik utama organisasi!
2. Sebutkan 6 kategori nilai oleh Allport!
3. Apa hubungan dari persepsi dan atribusi?
Jawab :
1, 5
karakteristik utama organisasi
(a) unit/entitas sosial,
(b) beranggotakan minimal dua orang,
(c) berpola kerja yang terstruktur,
(d) mempunyai tujuan yang ingin dicapai dan
(e) mempunyai identitas diri.
a. Unit / entitas sosial
Organisasi adalah
rekayasa sosial basil karya manusia (man-made)12 yang bersifat tidak
kasat mata (intangible) dan abstrak sehingga organisasi sering disebut sebagai artificial being. Oleh karena sifatnya tersebut, organisasi dengan demikian lebih merupakan realitas
sosial ketimbang
sebagai realitas fisik. Meski bukan sebagai realitas fisik, bukan berarti bahwa organisasi tidak membutuhkan fasilitas fisik. Fasilitas fisik seperti gedung, peralatan kantor maupun mesin-mesin masih tetap dibutuhkan (meski tidak harus dimiliki) karena dengan fasilitas fisik inilah sebuah organisasi bisa melakukan kegiatannya. Di samping itu, dari fasilitas fisik ini pula orang luar mudah mengenali adanya entitas sosial.
sebagai realitas fisik. Meski bukan sebagai realitas fisik, bukan berarti bahwa organisasi tidak membutuhkan fasilitas fisik. Fasilitas fisik seperti gedung, peralatan kantor maupun mesin-mesin masih tetap dibutuhkan (meski tidak harus dimiliki) karena dengan fasilitas fisik inilah sebuah organisasi bisa melakukan kegiatannya. Di samping itu, dari fasilitas fisik ini pula orang luar mudah mengenali adanya entitas sosial.
Meski begitu tidak
berarti pula bahwa hanya dengan semata-mata merujuk pada keberadaan fasilitas
fisik kita bisa mendefinisikan adanya sebuah organisasi. Sebagai contoh, sebelum ditutup pemerintah,
Bank BHS bisa disebut sebagai organisasi karena merupakan realitas sosial. Namun,
setelah itu meski gedung-gedungnya masih berdiri megah dan logo BHS masih menempel di gedung tersebut Bank BHS sebagai realitas sosial sudah berakhir dan yang tinggal hanyalah realitas fisik yang tidak lagi bisa disebut sebagai organisasi.
setelah itu meski gedung-gedungnya masih berdiri megah dan logo BHS masih menempel di gedung tersebut Bank BHS sebagai realitas sosial sudah berakhir dan yang tinggal hanyalah realitas fisik yang tidak lagi bisa disebut sebagai organisasi.
b. Beranggotakan minimal dua orang
Sebagai basil karya
cipta manusia, organisasi bisa didirikan oleh seseorang yang mempunyai
kemampuan, pengetahuan, dan sarana lainnya. Kadang-kadang juga didirikan oleh
dua orang atau lebih yang sepakat dan mempunyai ide yang sama untuk mendirikan
organisasi. Tanpa melihat siapa yang mendirikan atau berapa pun banyaknya
pendiri sebuah organisasi, yang
pasti manusia dianggap sebagai unsur utama dari organisasi. Tanpa keterlibatan manusia sebuah entitas sosial tidak bisa dikatakan sebagai organisasi. Bahkan secara ekstrim bisa dikatakan bahwa tidak ada satu pun organisasi yang tidak melibatkan manusia dalam kegiatannya.
pasti manusia dianggap sebagai unsur utama dari organisasi. Tanpa keterlibatan manusia sebuah entitas sosial tidak bisa dikatakan sebagai organisasi. Bahkan secara ekstrim bisa dikatakan bahwa tidak ada satu pun organisasi yang tidak melibatkan manusia dalam kegiatannya.
Artinya
keterlibatan manusia dalam organisasi adalah sebuah keharusan. Lstilah populernya adalah organization is by people for people - organisasi didirikan oleh manusia untuk kepentingan manusia.
keterlibatan manusia dalam organisasi adalah sebuah keharusan. Lstilah populernya adalah organization is by people for people - organisasi didirikan oleh manusia untuk kepentingan manusia.
Namun, untuk dikatakan
sebagai organisasi, seseorang tidak bisa bekerja sendirian, misalnya hanya
dibantu mesin-mesin atau robot, tetapi harus melibatkan orang lain - satu
orang, dua orang, tiga orang atau lebih yang bekerja sama dalam satu ikatan,
baik dalam ikatan fisik- tempat kerja yang sama ataupun dalam satu jaringan
kerja. Dengan kata lain, salah satu persyaratan agar sebuah entitas sosial
disebut organisasi adalah harus beranggotakan dua orang atau lebih agar kedua
orang tersebut bisa saling kerja sama, melakukan pembagian kerja dan agar
terdapat spesialisasi dalam pekerjaan.
c. Berpola kerja yang terstruktur
Prasyarat bahwa organisasi harus
beranggotakan minimal dua orang menegaskan bahwa berkumpulnya dua orang atau
lebih belum dikatakan sebagai organisasi manakala berkumpulnya dua orang atau
lebih tersebut tidak terkoordinasi dan tidak mempunyai pola kerja yang
terstruktur.
Sebagaicontoh, ketika terjadi
kebakaran di sebuah kampung, biasanya para tetanggasecara sukarela membantu
memadamkan kebakaran tersebut. Ada di antara mereka yang mengambil air,
menyelamatkan barang-barang dari amukan api, menolong orang dari jebakan api,
menyiramkan air ke tempat yang terbakar atau bahkan ada sebagian orang yang
hanya sekadar melihat kejadian dan mungkin ada wartawan yang meliput kejadian
tersebut. Berkumpulnya beberapa orang tetangga dalam kaitannya dengan upaya
mereka untuk memadamkan kebakaran, belum cukup untuk mengatakan bahwa kegiatan tersebut
adalah organisasi paling tidak karena mereka sekadar bekerja bersama-sama bukan
bekerja sama dengan pola kerja yang terstruktur.
d. Mempunyai tujuan
Organisasi didirikan bukan untuk
siapa-siapa dan bukan tanpa tujuan. Manusia adalah pihak yang paling
berkepentingan terhadap didirikannya sebuah organisasi. Organisasi didirikan
karena manusia sebagai makhluk sosial, sukar untuk mencapai tujuan
individualnya jika segala sesuatunya harus dikerjakan sendiri. Kalau toh dengan
bekerja sendiri tujuan individual
tersebut bisa dicapai, tetapi akan lebih efisien dan efektif jika cara pencapaiannya dilakukan dengan bantuan orang lain melalui sebuah organisasi. Artinya, tujuan didirikannya sebuah organisasi adalah agar sekelompok manusia yang bekerja dalam satu ikatan kerja lebih mudah
mencapai tujuannya ketimbang mereka harus bekerja sendiri-sendiri. Dalam hal ini harus dipahami bahwa meski ada kerja sama di antara sekelompok orang dalam satu ikatan kerja tetapi tidak bisa diinterpretasikan bahwa tujuan mereka sama. Ada kemungkinan tujuan masing-masing
individu berbeda, tetapi kesediaan mereka berada dan bergabung dalam sebuah organisasi menunjukkan atau dianggap bahwa mereka mempunyai kesepakatan untuk saling membantu dalam mencapai satu set tujuan baik tujuan masing-masing individu (tujuan anggota organisasi) maupun tujuan organisasi itu sendiri (tujuan para pendiri organisasi).
tersebut bisa dicapai, tetapi akan lebih efisien dan efektif jika cara pencapaiannya dilakukan dengan bantuan orang lain melalui sebuah organisasi. Artinya, tujuan didirikannya sebuah organisasi adalah agar sekelompok manusia yang bekerja dalam satu ikatan kerja lebih mudah
mencapai tujuannya ketimbang mereka harus bekerja sendiri-sendiri. Dalam hal ini harus dipahami bahwa meski ada kerja sama di antara sekelompok orang dalam satu ikatan kerja tetapi tidak bisa diinterpretasikan bahwa tujuan mereka sama. Ada kemungkinan tujuan masing-masing
individu berbeda, tetapi kesediaan mereka berada dan bergabung dalam sebuah organisasi menunjukkan atau dianggap bahwa mereka mempunyai kesepakatan untuk saling membantu dalam mencapai satu set tujuan baik tujuan masing-masing individu (tujuan anggota organisasi) maupun tujuan organisasi itu sendiri (tujuan para pendiri organisasi).
e. Mempunyai identitas diri
Ketika sepotong besi dipadukan
dengan besi lain maka perpaduan besi tersebut bisa menjadi sebuah mesin yang
berbeda dengan mesin lainnya. Jika beberapa suara diaransir maka jadilah sebuah
lagu yang berbeda dengan lagu lainnya. Demikian
juga jika sekelompok manusia diorganisir untuk melakukan kegiatan maka jadilah
sekelompok manusia tersebut entitas sosial
yang berbeda dengan entitas sosiallainnya. Sebuah mesin mudah dibedakan dengan mesin lainnya melalui tampilan fisiknya, sebuah lagu berbeda dengan lagu lainnya melalui nada suaranya, namun tidak demikian dengan organisasi. Perbedaan satu entitas sosial
dengan entitas sosial lainnya sulit untuk ditengarai karena beberapa alasan.
yang berbeda dengan entitas sosiallainnya. Sebuah mesin mudah dibedakan dengan mesin lainnya melalui tampilan fisiknya, sebuah lagu berbeda dengan lagu lainnya melalui nada suaranya, namun tidak demikian dengan organisasi. Perbedaan satu entitas sosial
dengan entitas sosial lainnya sulit untuk ditengarai karena beberapa alasan.
Pertama sifat organisasi yang intangible dan abstrak menyulitkan
seseorang untuk melihat atau menyentuh organisasi. Kedua, organisasi
sebagai subsistem dari sistem sosial yang lebih besar memungkinkan para anggotanya
saling berinteraksi dengan anggota masyarakat di luar organisasi. Bahkan ketiga,
sering terjadi bahwa seseorang menjadi anggota lebih dari
satu organisasi sehingga batasan organisasi seolah-olah menjadi kabur kalau batasan tersebut hanya dilihat dari keanggotaan seseorang. Meski demikian bukan berarti sebuah organisasi tidak mempunyai batasan dan identitas diri. Identitas diri sebuah organisasi secara formal
misalnya bisa diketahui melalui akte pendirian organisasi tersebut yang menjelaskan siapa yang menjadi bagian dari organisasi dan siapa yang bukan, kegiatan apa yang dilakukan, bagaimana organisasi tersebut diatur atau siapa yang mengaturnya.
satu organisasi sehingga batasan organisasi seolah-olah menjadi kabur kalau batasan tersebut hanya dilihat dari keanggotaan seseorang. Meski demikian bukan berarti sebuah organisasi tidak mempunyai batasan dan identitas diri. Identitas diri sebuah organisasi secara formal
misalnya bisa diketahui melalui akte pendirian organisasi tersebut yang menjelaskan siapa yang menjadi bagian dari organisasi dan siapa yang bukan, kegiatan apa yang dilakukan, bagaimana organisasi tersebut diatur atau siapa yang mengaturnya.
Di samping itu,
organisasi juga dapat diidentifikasikan melalui variabel yang sifatnya informal
dan sulit dipahami tetapi keberadaannya tidak diragukan. Variabel tersebut
biasa disebut sebagai
budaya. Seorang anthropolog dari Filipina - F, Landa Jocano bahkan menegaskan bahwa sekelompok orang yang bekerja sama tidak akan dikatakan sebagai organisasi manakala kelompok tersebut tidak mempunyai budaya. Jadi, budaya dalam hal ini dianggap sebagai variabel yang menjadi karakteristik sebuah organisasi dan membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lainnya.
budaya. Seorang anthropolog dari Filipina - F, Landa Jocano bahkan menegaskan bahwa sekelompok orang yang bekerja sama tidak akan dikatakan sebagai organisasi manakala kelompok tersebut tidak mempunyai budaya. Jadi, budaya dalam hal ini dianggap sebagai variabel yang menjadi karakteristik sebuah organisasi dan membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lainnya.
2, 6 kategori nilai
oleh Allport :
a.Nilai teoretik.
Nilai-nilai teoretik rnernberi ternpat yang sangat tinggi terhadap upaya
rnencari kebenaran (discovery of truth) rnelalui pendekatan kritis dan
rasional.
b.Nilai ekonomik.
Menekankan pentingnya nilai guna dan kepraktisan.
c.Nilai estetika.
Mernberi penghargaan yang tinggi terhadap bentuk dan harrnoni.
d.Nilai sosial.
Mernberi perhatian yang tinggi terhadap kepentingan rnasyarakat.
e.Nilai politik.
Mernperoleh kekuasaan (power) dan rnarnpu rnernpengaruhi banyak orang
rnerupakan indikator dari nilai politik.
f. Nilai religi.
Menjunjung tinggi aturan-aturan agama.
3, Hubungan dari
persepsi dan atribusi
Persepsi adalah proses kognitif yang
memungkinkan seseorang menerima, menyeleksi, menginterpretasikan, memahami, dan
memaknai stimulus yang berasal dari lingkungan sekitar.
Teori atribusi menjelaskan tentang
siapa yang harus tanggung jawab terhadap proses kognitif berkaitan dengan
perilaku seseorang - apakah perilaku tersebut disebabkan karena kepribadiannya
atau karena dorongan lingkungan.
Dari definisi di atas kita dapat
memahami bahwa memang Persepsi dan Atribusi tidak bisa di pisahkan, seperti
mencari dan menetapkan .
Terima Kasih
0 comments:
Post a Comment