Thursday, 29 March 2018

Diskusi 5 Perilaku Organisasi Universitas Terbuka ( UT )

Soal :
Apa pendapat Anda jika dalam lingkungan kerja Anda ada seorang karyawan yang memiliki harapan yang rendah terhadap kinerja? Bagaimana Anda dapat memotivasi karyawan tersebut untuk berkinerja lebih baik.

Jawaban :
Motivasi berbeda dengan perilaku. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, motivasi merupakan proses psikologis yang menghasilkan perilaku tertentu. Yang dimaksudkan dengan perilaku tertentu tidak lain adalah perilaku yang berorientasi tujuan, yakni perilaku yang tujuannya menutup perasaan kurang yang menghinggapi seseorang. Perilaku seseorang dipengaruhi berbagai macam faktor. Termasuk diantaranya adalah: latar belakang individu yang berperilaku, motivasi dan lingkungan – termasuk lingkungan kerja.

Perilaku berbeda dengan kinerja. Kinerja merupakan akumulasi dari perilaku yang terjadi dalam waktu lama dan dalam konteks berbeda serta melibatkan orang-orang berbeda. Kinerja merupakan ukuran standar yang biasanya ditetapkan pihak lain bukan oleh diri orang bersangkutan. Dalam konteks organisasi misalnya kinerja ditentukan oleh organisasi bersangkutan dan pihak yang melakukan penilaian adalah manajer sebagai wakil dari pemilik organisasi. 

Motivasi merupakan faktor penting dan sangat dibutuhkan organisasi. Bagi sebuah organisasi mencapai tujuan – yang diukur dengan kinerja organisasi, adalah sebuah kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan demikian para karyawan sebagai pelaku organisasi harus mempunyai motivasi dan berperilaku yang berorientasi tujuan. Oleh karena itu berbagai rekayasa dilakukan organisasi agar karyawan memiliki motivasi kerja. Namun harus disadari pula bahwa motivasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kinerja.
Cara saya memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik :
Multi-dimensi Kinerja : ketika seseorang termotivasi berarti ia akan berperilaku untuk mencapai tujuan yakni menghasilkan kinerja. Jika motivasinya berubah maka perilaku dan tujuan atau kinerjanya juga berubah.
Pola motivasi : Disamping harus menyadari bahwa kinerja bersifat multi-dimensional, para manajer juga harus memahami bahwa perilaku bersumber pada motivasi dimana setiap orang memiliki motivasi berbeda. Akibat dari perbedaan motivasi maka perilaku masing-masing karyawan juga berbeda. Sederhananya, setiap motivasi akan menghasilkan perilaku dan tujuan tertentu.
Untuk mencapai kinerja menyeluruh, para manajer perlu memberi perhatian terhadap 6 macam pola motivasi yang dianggap esensial, yaitu:
1. Penegakan peraturan. 
2. Sistem penghargaan. 
3. Sistem penghargaan berbasis individu. 
4. Kepuasan intrinsic. 
5. Internalisasi nilai. 
6. Hubungan antar kelompok.


Terima Kasih

0 comments:

Post a Comment