Soal :
Apa pendapat Anda jika dalam
lingkungan kerja Anda ada seorang karyawan yang memiliki harapan yang rendah
terhadap kinerja? Bagaimana Anda dapat memotivasi karyawan tersebut untuk
berkinerja lebih baik.
Jawaban :
Motivasi berbeda dengan perilaku. Seperti telah
dijelaskan sebelumnya, motivasi merupakan proses psikologis yang menghasilkan
perilaku tertentu. Yang dimaksudkan dengan perilaku tertentu tidak lain adalah
perilaku yang berorientasi tujuan, yakni perilaku yang tujuannya menutup
perasaan kurang yang menghinggapi seseorang. Perilaku seseorang dipengaruhi
berbagai macam faktor. Termasuk diantaranya adalah: latar belakang individu
yang berperilaku, motivasi dan lingkungan – termasuk lingkungan kerja.
Perilaku berbeda dengan kinerja. Kinerja merupakan akumulasi dari perilaku yang terjadi dalam waktu lama dan dalam konteks berbeda serta melibatkan orang-orang berbeda. Kinerja merupakan ukuran standar yang biasanya ditetapkan pihak lain bukan oleh diri orang bersangkutan. Dalam konteks organisasi misalnya kinerja ditentukan oleh organisasi bersangkutan dan pihak yang melakukan penilaian adalah manajer sebagai wakil dari pemilik organisasi.
Motivasi merupakan faktor penting
dan sangat dibutuhkan organisasi. Bagi sebuah organisasi mencapai tujuan – yang
diukur dengan kinerja organisasi, adalah sebuah kebutuhan. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut dengan demikian para karyawan sebagai pelaku organisasi
harus mempunyai motivasi dan berperilaku yang berorientasi tujuan. Oleh karena
itu berbagai rekayasa dilakukan organisasi agar karyawan memiliki motivasi
kerja. Namun harus disadari pula bahwa motivasi bukan satu-satunya faktor yang
menentukan kinerja.
Cara saya memotivasi karyawan
untuk bekerja lebih baik :
Multi-dimensi Kinerja : ketika
seseorang termotivasi berarti ia akan berperilaku untuk mencapai tujuan yakni
menghasilkan kinerja. Jika motivasinya berubah maka perilaku dan tujuan atau
kinerjanya juga berubah.
Pola motivasi : Disamping harus
menyadari bahwa kinerja bersifat multi-dimensional, para manajer juga harus
memahami bahwa perilaku bersumber pada motivasi dimana setiap orang memiliki
motivasi berbeda. Akibat dari perbedaan motivasi maka perilaku masing-masing
karyawan juga berbeda. Sederhananya, setiap motivasi akan menghasilkan perilaku
dan tujuan tertentu.
Untuk mencapai kinerja menyeluruh, para manajer perlu
memberi perhatian terhadap 6 macam pola motivasi yang dianggap esensial, yaitu:
1. Penegakan peraturan.
2. Sistem penghargaan.
3. Sistem penghargaan berbasis individu.
4. Kepuasan intrinsic.
5. Internalisasi nilai.
6. Hubungan antar kelompok.
Terima
Kasih
0 comments:
Post a Comment