Tuesday, 26 May 2015

:: Untuk Kamu yang Kelak Mendampingiku, Maukah Kamu Berjuang Bersamaku? ::



“Hubungan yang kita jalin tak lagi bisa dibilang seumur jagung. Ia juga telah naik kasta: bukan lagi cerita asmara anak ingusan yang baru mengenal kata cinta dan bertukar cokelat serta boneka. Kita mulai menunjukkan taji pada dunia bahwa kita merupakan satu jiwa.
Aku dan kamu sudah saling menyelami dan memahami isi kepala satu sama lainnya. Aku mengadopsi kebiasaan remehmu, kamu pun tak biasa tanpa kehadiranku. Kita makin erat menjalinkan tangan dan beriringan menatap masa depan, berdua. Ya, aku dan kamu sudah sepakat untuk menjalin cerita dengan takaran yang lebih serius dan porsi yang lebih dalam.
Kita punya masa lalu yang menyenangkan. Masa sekarang pun kita hadapi dengan dewasa dan tenang. Lantas, maukah kamu berjuang bersamaku agar masa depan kita nyaman dan membahagiakan?
Kau orang pertama yang mengajakku memikirkan masa depan bersama. Terima kasih karena sudah percaya.
Kau melontarkan keinginanmu sore itu. Sebuah impian sederhana tertutur cepat dari bibirmu. Tanpa tedeng aling-aling, tanpa rencana, kau menginginkan kita menghabiskan sisa hidup bersama, berdua. Aku tercenung karena tak pernah ada orang lain yang sebelumnya mengajakku melakukan hal serupa.
Aku mengiyakan ajakanmu dengan terbata, karena diburu dengan napasku yang tiba-tiba menjadi tak berirama. Ah, kata-katamu berhasil membuatku kepayahan. Sungguh, aku pun tak dapat menolaknya karena memang inilah yang aku mau sedari awal perjumpaan. Masa depan kita berdua terproyeksikan dengan jelas di lingkar kepalaku. Aku akan menjadi ibu yang akan membesarkan buah kasih kita dengan kehangatan. Dan kamu adalah sosok ayah yang menjadi panutan serta penuh kebijaksanaan.
Sayang, maukah kita bahu membahu bekerja lebih giat demi menyusun pondasi bagi masa depan?
Kita bermimpi mengikat janji suci tanpa banyak membebani orangtua. Harus ada yang kita punya; agar tak sepenuhnya membebani dua keluarga besar kita nantinya
Kita memang telah memutuskan untuk menjalin cerita bersama. Tentu tanggung jawab yang akan kita pikul menjadi milik berdua sepenuhnya. Tak ada nama orangtua yang akan kita bawa serta untuk membiayai gedung pernikahan hingga dana pesta yang pasti membengkak anggarannya. Ya, pilihan yang kita ambil adalah tanggung jawab bersama.
Mulai dari konsep mentah hingga hari eksekusi merupakan perpaduan dari keinginanmu dan impianku. Berikut dengan rincian dana yang akan membuntutinya. Kita haruslah memiliki modal sendiri untuk hari bahagia sehingga kita bisa menikmati pesta dengan muka-muka yang memang kita akrabi. Tak ada lagi jabat tangan dari tamu undangan yang merupakan kawan dari orangtua yang tak kita kenali. Ya sayang, kita harus memiliki timbunan pundi rupiah sendiri sebelum memutuskan mengucap janji suci dan menjadi raja dan ratu sehari. Bersediakah kau dan aku sama-sama meliatkan otot lengan di dunia pekerjaan demi tabungan pernikahan?
Cicilan rumah memang tak ringan, namun kita bisa berbagi beban demi impian memiliki tempat yang nyaman. Bukan hanya untuk kita, namun juga buah hati kita nantinya.
Di masa depan, kita harus memiliki tempat nyaman untuk tinggal. Rumah sepetak yang tak terlalu luas tentu cukup untuk tempat berteduh bagi keluarga kecil kita. Aku, kamu, serta dua anak yang akan memenuhi keriuhan ruang keluarga. Ditambah lagi halaman belakang yang tentu akan sempurna sebagai tempat piknik keluarga sekaligus melonggarkan kekencangan otot kepala.
Memang cicilan rumah akan semakin memberatkan di zaman di mana harga kebutuhan pokok saja sudah makin menggila. Namun hal itu tak perlu kau risaukan terlalu dalam. Aku bersedia berbagi beban. Tak hanya dirimu yang akan berpeluh demi mengumpulkan pundi rupiah. Aku juga akan turut membanting tulang agar tabungan kita bertambah jumlah. Supaya di masa depan kita memiliki tempat layak untuk berbagi kehangatan. Aku, kamu, dan buah hati kita di masa depan.
Biaya sekolah anak dan harga popok akan cukup memusingkan kepala. Berjanjilah kita akan merelakan kesenangan nonton bioskop demi mereka.
Esok, kita tak hanya memikirkan kebutuhan dua kepala. Ada tanggung jawab anak-anak yang turut kita bawa serta. Kita harus mengempiskan biaya pengeluaran. Anggaran untuk makan di luar, nongkrong di cafe, dan nonton film di bioskop tentulah harus kita pangkas demi tercukupinya kebutuhan keluarga.
Ada tagihan bulanan hingga biaya pendidikan yang harus tercukupkan. Belum lagi dana untuk menambal keperluan rumah yang harus dikucurkan. Bahkan, ada popok hingga susu formula yang tak boleh terabaikan. Ya, saat kita mulai berkeluarga, kebutuhan bersamalah yang akan menduduki peringkat teratas di daftar prioritas. Kita harus pandai memutar otak supaya kebutuhan keluarga yang terlebih dahulu dicukupkan.
Anak-anak kita tidak bisa makan cinta, kita harus menyiapkan mental baja untuk menjadi tulang punggung keluarga.
Sayang, sedari sekarang kita harus benar-benar bekerja keras. Membentuk diri untuk tak lagi terus menerus bersantai dan ongkang kaki. Ke depannya peran yang akan kita ambil cukup menguras tenaga. Aku dan kamu akan berdampingan menjadi orangtua bagi si buah hati. Tanggung jawab besar akan terpasak di bahu hingga hari tua.
Kita haruslah memiliki mental baja dari sekarang, jika di masa depan tak ingin mudah tumbang. Bekerja siang malam pun harus kita lakoni supaya kebutuhan perut dan rumah terpenuhkan. Pun meredam keinginan membeli ini itu dan pilih mengalokasikannya untuk menggembungkan simpanan. Bersediakah kau dan aku sama-sama berjuang untuk itu? Bersediakah kau dan aku bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita kita bersama?
Sungguh, aku tak sabar menunggu saat dimana kau dan aku sama-sama kepayahan dan bertemu kembali setelah seharian kita berkutat dengan pekerjaan. Di sisa hari kita akan bertukar kata tentang kegiatan kita seharian. Saling memijat punggung dan bahu serta melempar beberapa kecupan. Sebagai bahan bakar sekaligus pemulihan sebelum akhirnya kita saling berpelukan di peraduan. Ah, masa depan begitu tergambar jelas di benakku sedari sekarang.
Bersediakah kamu bersama denganku menyingsingkan lengan dan berpeluh demi mewujudkan masa esok yang menjanjikan?”

Sunday, 24 May 2015

8 Jenis Penyakit yang Membuat Rambut Rontok.

Ada banyak penyebab rambut rontok. Selain karena gizi yang tidak tepat, polusi, penggunaan roduk kosmetik yang berlebihan, atau perawatan rambut yang tidak tepat, rambut rontok juga bisa disebabkan sebagai efek samping dari penyakit tertentu. Berikut adalah daftar penyakit yang bisa menyebabkan kerontokan rambut.

1. Infeksi Kulit Kepala
Terjadinya infeksi seperti kurap, bisa saja menyerang rambut dan kulit kepala Anda. Jika hal itu terjadi, maka bisa menyebabkan kerontokan pada rambut yang berlebih. Namun jangan khawatir, karena biasanya rambut Anda akan tumbuh kembali setelah infeksi diobati secara medis.


2. Gangguan kulit
Beberapa jenis penyakit kulit bisa menyebabkan jaringan parut. Contohnya adalah lichen planus dan beberapa jenis lupus. Gangguan kulit ini bisa mengakibatkan rambut rontok secara permanen di bagian bekas luka.


3. Alopecia Areata
Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Penyakit ini menyebabkan bercak pada kulit kepala di bagian rambut yang rontok, dan bagian tubuh lainnya. Biasanya orang yang menderita alopecia areata, terlihat sangat sehat. Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyakit ini.

4. Cicatrical Alopecia
Biasanya Cicatrical Alopecia menghancurkan folikel rambut seseorang, melalui jaringan parut. Sehingga rambut tidak tumbuh kembali. Penyakit ini biasanya tidak mudah diketahui pada orang yang terlihat sangat sehat.


5. Telogen Effluvium
Penyakit ini merupakan jenis kerontokan rambut yang terjadi setelah operasi besar, kehamilan atau peristiwa yang menyebabkan stres. Gejalanya adalah rambut rontok yang berlebihan, hingga Anda bisa menggenggam rambut rontok. Anda bisa mengobati penyakit ini dengan dermatologis.


6. Perawatan Kanker
Sebenarnya bukan penyakit kanker yang menyebabkan rambut rontok. Namun jenis pengobatannya, salah satunya adalah terapi radiasi dan kemoterapi yang bisa menyebabkan rambut rontok.


7. Tiroid
Fungsi kelenjar tiroid adalah untuk mengatur kadar hormon dalam tubuh Anda. Namun jika kelenjar tiroid tidak bekerja dengan baik, maka akan bisa menyebabkan rambut rontok. Kerusakan pada kelenjar tiroid menjadi salah satu penyebab medis yang paling umum, yang menyebabkan rambut rontok.


8. Trikotilomania
Ini adalah gangguan medis yang menyebabkan orang terus mencabut rambut mereka sendiri. Mereka seringkali merasa memiliki dorongan secara konstan untuk mencabut rambut pada kulit kepala mereka. Beberapa orang yang menderita penyakit ini mengatakan mereka merasa memiliki dorongan untuk menarik rambut di beberapa bagian tubuh mereka. Seperti bulu mata, bulu hidung, alis dan rambut di kepala.


Friday, 22 May 2015

Mengetahui Pengertian dan Perbedaan Antara IPv4 dengan IPv6

 - Salam IT Newbie, pernahkah sobat semua mengetahui ada perbedaan antara IPv4 dengan IPv6?, Dahulu saat IT Newbie pertama kali belajar networking hanya megetahui IPv4, namun dengan perkembangan teknologi maka seakan teknologi terus berkembang dengan adanya IPv6.

Sebelum mengenal pengertian dan perbedaan antara IPv4 dan IPv6, maka IT Newbie akan memberikan pengertian utama yaitu pengertian dari IP atau biasa disebut Internet Protocol, IP address merupakan sebuah sekumpulan bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi menjadi 4 segmen dan setiap segmen nya terdiri dari 8 bit.
Pada artikel terdahulu IT Newbie pernah membahas tentang Perbedaan Antara KBps dengan Kbps dan Perbedaan OS Windows 32 bit dengan 64 bit, namun kali ini IT Newbie akan memberikan tutorial tentang networking dasar dengan mengetahui Perbedaan antara IPv4 dengan IPv6, Langsung saja kita bahas, seperti berikut ini :
Perbedaan utama pada IPv4 dan IPv6 pada umumnya adalah perbedaan jumlah bit nya.
Pada IPv4 juga telah dijelaskan bahwa tentang kelas-kelas IPv4 dari kelas A sampai kelas E.
Didalam penulisan mengetahui IPv6, maka kita akan mengetahui dan mempelajari format penulisannya dahulu, yaitu :
1. Prefered merupakan cara penulisan formal atau standar
2. Compressed merupakan cara penulisan kompresi atau penyingkatan
3. Mixed merupakan cara penulisan secara gabungan
Setelah mengetahui dan mengenal kedua versi IP tersebut, maka maka akan kita lihat  perbedaan keduanya antara IPv4 dengan IPv6 :

Perbedaan antara IPv4 dan IPv6 :
1. Pada IPv4 memiliki panjang 32 bit, namun sedangkan IPv6 memiliki panjang 128bit
2.Pada IPv4 menggunakan dotted decimal format, namun sedangkan IPv6 menggunakan colon hexadecimal format.
3. Pada IPv4 menggunakan static address (IP public) dan dinamic address (DHCP) dalam pengalamatannya, namun sedangkan IPv6 menggunakan stateless address configuration dan menggunakan stateful aaddress configuration.
4. Pada IPv4 menggunakan representasi alamat dengan menggunakan subnet mask, namun sedangkan IPv6 tidak menggunakan subnet mask.
5. Pada IPv4 address resolution protocol (ARP) digunakan untuk menerjemahkan alamat MAC dari alamat IP, namun sedangkan IPv6 Multicast Neighbor Solicititation Messages digunakan sebagai pengganti dari ARP.
Mungkin hanya segitu saja yang IT Newbie tahu, mungkin jika sobat mempunyai tambahan dari perbedaan IPv4 dengan IPv6, bisa berkomentar di bawah tutorial ini.
Setidaknya dengan membaca tutorial ini sobat mengetahui pengetian dan perbedaan dari keduanya dan semoga tutorial Mengetahui Pengertian dan Perbedaan Antara IPv4 dengan IPv6 ini dapat menambah wawasan sobat semua tentang networking.
 
Salam IT Newbie..