Soal :
Jelaskan syarat bergabung dan Keuntungan Bergabung dengan Bank
Pembangunan Asia, Bank Pembangunan Islam, Bank Dunia, Dana Moneter
Internasional !
Jawab :
Syarat Bergabung dengan Asian Development
Bank :
Keanggotaan ADB terbuka untuk :
Anggota-anggota ECAFE (the economic
commission for asia and the far east).
Negara-negara di wilayah Asia dan NSB di luar
wilayah Asia yang telah menjadi anggota PBB atau anggota dari badan-badan PBB.
Pendaftaran anggota mensyaratkan pungutan
suara paling sedikit dua pertiga anggota Dewan Komisaris yang mewakili tidak
kurang dari tiga perempat total suara yang diberikan anggota.
Anggota-anggota ECAFE (the economic
commission for asia and the far east) adalah merupakan suatu badan khusus PBB
yang berpusat di Bangkok, Thailand. Yang didirikan pada tahun 1947, atas
inisiatif dari negara-negara Asia anggota PBB, yang bertujuan untuk memperoleh
pengakuan atas status Asia yang baru dalam segala kejadian-kejadian di dunia.
Pusat aktivitasnya tidak hanya antikolonialisme, tetapi juga menyokong
bantuan-bantuan finansial untuk Asia.
Keuntungan Bergabung dengan Asian Development
Bank :
ADB menawarkan beberapa jenis instrumen
keuangan untuk sektor publik yang mencakup pinjaman, hibah, bantuan teknis,
penjaminan, penyertaan modal dan produk manajemen utang. Khusus untuk instumen
pinjaman diberikan dalam skema Ordinary Capital Resources (OCR) dan Asian
Development Fund (ADF). Sebagian besar pinjaman dari ADB berupa skema OCR,
yakni pool of funds dengan terms yang mendekati pasar (komersil) yang
ditawarkan untuk negara berpendapatan menengah seperti Indonesia. Sementara
pinjaman ADF merupakan skema pinjaman dengan bunga sangat rendah disertai hibah
guna membantu mengurangi kemiskinan di negara-negara miskin anggota ADB.
Syarat Bergabung dengan Bank Pembangunan
Islam :
Saat ini keanggotaan IDB terdiri dari 56
negara. Syarat dan kondisi dasar untuk keanggotaan adalah bahwa negara calon
anggota harus menjadi anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), membayar
kontribusi kepada modal bank dan bersedia menerima syarat-syarat dan kondisi
sebagaimana dapat diputuskan oleh Dewan Gubernur IDB.
Setiap negara anggota Dewan diwakili oleh
seorang Gubernur dan Gubernur alternatif. Setiap anggota memiliki lima ratus
suara dasar ditambah satu suara untuk setiap saham berlangganan. Secara umum,
keputusan diambil oleh Dewan Gubernur berdasarkan mayoritas hak suara yang
terwakili dalam pertemuan. Dewan Gubernur bertemu sekali setiap tahun untuk
meninjau kegiatan Bank untuk tahun sebelumnya dan untuk memutuskan kebijakan
masa depan.
Keuntungan Bergabung dengan Bank Pembangunan
Islam :
Modus Istisna'a keuangan memungkinkan
menyediakan pembiayaan untuk pembuatan / penyediaan / penjualan barang yang
bisa di identifikasi peralatan serta pekerjaan sipil. Secara praktis,
melibatkan kontrak dimana Perbankan Pembangunan Islam menyanggupi untuk
memiliki peralatan khusus atau konstruksi diproduksi sesuai dengan spesifikasi
tertentu yang diminta oleh penerima, dan untuk menjualnya kepada penerima
dengan harga yang ditentukan harus dibayar selama suatu periode yang
disepakati. Tujuan utama dari cara ini adalah untuk mempromosikan kemampuan
manufaktur di negara anggota Bank Pembangunan Islam.
Syarat Bergabung dengan Bank Dunia :
Saat ini organisasi Bank Dunia memiliki
anggota sebanyak 184 anggota. Semua anggota organisasi keuangan Bank Dunia itu
merupakan pemegang saham di Bank Dunia. Jika suatu negara ingin menjadi anggota
Bank Dunia, negara tersebut haraus bergabung dulu dengan organisasi keuangan
internasional Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund
(IMF). Ukuran besaran saham yang dipegang suatu Negara sama dengan saham yang
ada di IMF. Besaran saham yang ada di Bank Dunia dan IMF bergantung pada ukuran
atau kemajuan ekonomi suatu negara anggota Bank Dunia.
Jika menjadi anggota organisasi keuangan Bank
Dunia, semua anggota Bank Dunia mempunyai kewajiban untuk membayar iuran wajib.
Iuaran wajib sebuah negara pada Bank Dunia ini setara dengan 88,29% dari jatah
suatu negara yang dibayarkan pada organisasi Dana Moneter Internasional atau
IMF.
Selain biaya wajib yang dibayarkan anggota
pada Bank Dunia, anggota Bank Dunia pun wajib untuk membeli saham Bank Dunia,
minimal 6 % saham Bank Bunia. Pembelian saham Bank Dunia ini harus dibayar
dalam bentuk Dollar dan mata uang nagera pembeli saham Bank Dunia. Hitungannya,
0, 60 % pembelian saham Bank Dunia dibayar dengan menggunakan mata uang Dollar
Amerika Serikat dan 5, 40 % dibayar dengan mata uang lokal negara tersebut.
Keuntungan Bergabung dengan Bank Dunia :
a.
Meningkatkan Keuangan Negara
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat
memberikan banyak manfaat bagi Indonesia, salah satunya di bidang keuangan.
Melalui kerja sama ini Indonesia memperoleh bantuan berupa pinjaman keuangan
dengan syarat lunak yang digunakan untuk pembangunan. Dengan demikian, adanya
pinjaman keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan negara.
b.
Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi
Kerja sama ekonomi dapat menciptakan
persaingan yang sehat di antara negara-negara anggota. Persaingan yang sehat
ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam
menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan internasional pada
gilirannya akan meningkatkan perekonomian negara yang bersangkutan.
c.
Meningkatkan Investasi
Kerja sama ekonomi antarnegara dapat menjadi
cara menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Banyaknya investor yang mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat
menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan
Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi dapat juga menambah lapangan kerja
baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.
d.
Menambah Devisa Negara.
Syarat Bergabung dengan DMI :
Negara manapun boleh mendaftar sebagai
anggota DMI. Setelah DMI dibentuk tidak lama setelah Perang Dunia II, aturan
keanggotaan DMI dibiarkan longgar. Anggota harus membayar sumbangan keanggotaan
rutin sesuai kuotanya, tidak membatasi perdagangan mata uang tanpa seizin DMI,
mematuhi aturan main yang tercantum dalam Pasal Persetujuan DMI, dan
menyediakan informasi soal perekonomian nasional. Peraturan yang lebih ketat
diterapkan kepada negara-negara yang mengajukan pinjaman kepada DMI.
Negara yang bergabung dengan DMI antara tahun
1945 dan 1971 sepakat untuk mengamankan nilai tukarnya sehingga dapat
disesuaikan atas persetujuan DMI apabila terjadi "ketimpangan
mendasar" pada neraca pembayaran.
Sejumlah anggota memiliki hubungan yang rumit
dengan DMI. Meski sudah menjadi anggota, mereka tidak mau ekonominya diawasi
DMI. Argentina, misalnya, menolak berpartisipasi dalam Konsultasi Pasal IV
dengan DMI.
Keuntungan bergabung dengan DMI :
Setelah DMI didirikan, tiga fungsi utamanya
adalah mengawasi kesepakatan nilai tukar tetap antarnegara, membantu pemerintah
mengelola nilai tukarnya sehingga memungkinkan pertumbuhan ekonomi, dan
menyediakan modal jangka pendek untuk membantu neraca pembayaran. Bantuan ini
bertujuan mencegah penyebaran krisis ekonomi internasional. DMI juga bertujuan
membantu memulihkan ekonomi internasional pasca-Depresi Besar dan Perang Dunia
II. Selain itu, DMI juga menyediakan investasi modal untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi dan proyek pembangunan seperti proyek infrastruktur.
Peran DMI berubah total setelah penerapan
nilai tukar mengambang pasca-1971. Sejak saat itu DMI mulai mempelajari
kebijakan ekonomi negara-negara peminjam dana untuk mengetahui apabila
kelangkaan modal disebabkan oleh fluktuasi ekonomi atau kebijakan ekonomi. DMI
juga mencari tahu jenis kebijakan pemerintah yang mampu memulihkan ekonomi.
Tantangan baru bagi DMI adalah mempromosikan dan menerapkan kebijakan yang
mengurangi frekuensi krisis di negara-negara berkembang, khususnya negara
berpendapatan menengah yang rentan mengalami arus modal keluar
besar-besaran.Alih-alih menjadi pengawas nilai tukar, DMI mulai menjadi
pengawas seluruh kinerja ekonomi makro negara anggota. Peran mereka semakin
besar karena DMI tidak hanya menangani nilai tukar, tetapi juga kebijakan
ekonomi.
Selain itu, DMI merundingkan syarat pinjaman
sesuai kebijakan kondisionalitas yang ditetapkan tahun 1950-an. Negara
berpendapatan rendah boleh meminjam dalam jangka konsesi, artinya ada periode
peminjaman tanpa bunga, melalui Extended Credit Facility (ECF), Standby Credit
Facility (SCF), dan Rapid Credit Facility (RCF). Pinjaman non-konsesional yang
mencakup bunga disalurkan melalui Stand-By Arrangements (SBA), Flexible Credit
Line (FCL), Precautionary and Liquidity Line (PLL), dan Extended Fund Facility.
DMI menyediakan bantuan darurat melalui Rapid Financing Instrument (RFI) untuk
anggota yang perlu menyeimbangkan neraca pembayarannya sesegera mungkin.