Soal :
BERIKAN PENDAPAT ANDA BAGAIMANA SEORANG DOSEN DAPAT MENGGUNAKAN
TEORI KESETARAAN, TEORI PENGHARAPAN DAN TEORI PENETAPAN TUJUAN UNTUK MEMOTIVASI
MAHASISWANYA !!
Jawaban :
Teori kesetaraan (equity theory) berangkat dari satu asumsi bahwa
mahasiswa dan dosen adalah dua pihak yang sedang melakukan pertukaran.
Mahasiswa membutuhkan ilmu dari dosen dan seorang dosen memerlukan sejumlah
mahasiswa agar ia dapat mengajar pada satu mata kuliah di sebuah universitas.
Pertukaran ini akan berjalan wajar jika kedua belah pihak berkedudukan setara.
Kesetaraan inilah landasan berpikir teori ini. Namun, kesetaraan terse but
lebih banyak dilihat dari perspektif mahasiswa. Artinya, apakah pertukaran
tersebut dianggap setara atau tidak sangat bergantung pada persepsi mahasiswa.
Jika terjadi ketidaksetaraan maka mahasiswa akan mengalami demotivasi. Oleh
karena itu, dalam memberikan penghargaan kepada mahasiswa, dosen harus
mempertimbangkan faktor-faktor pembanding untuk memastikan bahwa yang diberikan
kepada mahasiswa betul-betul berguna sehingga motivasi mahasiswa dalam menempuh
pendidikannya. Memang ini bukan tugas utama dosen, namun tanpa mahasiswa, dosen
juga tidak dapat mengajar di sebuah universitas. (re: berlaku sekelompok
mahasiswa)
Teori Pengharapan, dalam teori ini perlu diketahu beberapa faktor
- faktor yang mempengaruhi usaha seseorang adalah :
( 1) persepsi tentang hubungan antara usaha dengan tingkat
keberbasilan usaha atau kinerja (ekspektasi),
(2) persepsi tentang hubungan antara kinerja dengan keseluruhan
hasil (outcomes) yang akan diperoleh (instrumen perantara), dan
(3) nilai manfaat dari hasil (valensi).
Nah, sebagai contoh saat tugas akhir atau skripsi, seorang dosen
memberikan motivasi kepada mahasiswanya agar mereka dapat menyelesaikan skripsi
dengan tepat waktu. Misalnya kiat-kiat mengerjakan skripsi dengan sehari
minimal 1 jam mengerjakan skripsi. Maka dalam waktu yang di targetkan atau
misal satu bulan skripsi itu bisa terselesaikan. Serta masih banyak kiat-kiat
atau cara lain yang dapat diberikan dosen kapada mahasiswanya.
Teori Penetapan, Sebagai makhluk hidup, manusia pasti memiliki
tujuan yang ingin dicapai. Sebagian orang menginginkan harmoni kehidupan.
Sebagiannya lagi menginginkan hidup yang sejahtera dan sebagiannya lagi
memiliki tujuan hidup yang lain, Hanya saja tujuan hidup tersebut terkadang
tidak mudah digapai. Penyebabnya bukan karena tidak mampu menggapainya, tetapi
lebih disebabkan karena seseorang kadang-kadang diliputi keraguan dalam
menentukan tujuan hidupnya.
Contoh : Seorang mahasiswa belajar untuk ujian sesuai dengan buku
panduan atau pedoman yang telah ada atau disediakan sebagai referensi bahan
ajar, ketika ujian, sang dosen berkata bahwa setiap mahasiswa harus mempelajari
modul-modul dalam buku tersebut dan kata beliau, setiap soal akan keluar dari
modul itu. Namun pada realitanya saat ujian, semua soal tidak ada jawabannya
dibuku. Jangankan bisa menjawab, masing-masing mahasiswa pasti mengalami kebingungan
dan akhirnya frustasi karena sang dosen sering melakukan hal serupa. Akibatnya,
pada saat -saat tertentu mereka merasa ‘buat apa belajar?’. Ujung-ujungnya
Prestasi belajarnya semakin memburuk karena terjadi demotivasi. Sebaliknya,
apabila sejak semula sang dosen memberikan pengarahan yang jelas dan tidak
membuat mahasiwa kecewa, maka mahasiswa tersebut dapat mengonsentrasikan energi
dan upayanya untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Bahkan
bukan tidak mungkin semua soal bisa diselesaikannya dalam waktu yang lebih
singkat dari yang diharapkan. Semua ini bisa terjadi karena kejelasan bahan
ajar akan mendorong dan memotivasi seseorang untuk belajar lebih baik dan lebih
produktif. Dengan kata lain, penetapan tujuan (goal setting) yang jelas akan
mempengaruhi motivasi seseorang untuk mencapai tujuan tersebut dan meningkatkan
kinerjanya.
Terima
Kasih
0 comments:
Post a Comment