Friday, 20 April 2018

Diskusi 8 PKN Universitas Terbuka ( UT )

Diskusikan:
Beberapa kejadian akhir-akhir ini, memperlihatkan globalisasi -isme radikal yang mengatasnamakan agama bergerak memerangi negara-negara yang sudah berdaulat dalam perang secara terbuka, aksi kekerasan (bom bunuh diri dsb) untuk memperlihatkan eksistensi gerakan tersebut. Dari pandangan Bapak/Ibu/Sdr/i :
1. Apa akar masalah dan penyelesaian damai dengan strategi win-win solution terhadap masalah tersebut?
2. Apakah perang modern saat ini hanya berbentuk fisik senjata?
3. Apa rekomendasi Anda, agar WNI dan RI memiliki wawasan ketahanan nasional yang berprinsip demokrasi Pancasila dalam pola pikir, pola tindak dan pola hidup?
Selamat berdiskusi. Salam Sukses!!!

Jawab
1. Akar masalah dari globalisasi-isme radikal menuurut pandangan Saya adalah, adanya kepentingan para elit dengam menggunakan senjata yang menimbulkan konflik dan korban yang menderita. Dan Saya setuju apabila masalah ini diselesaikan dengan strategi win-win solution, seperti perundingan yang dilakukan antar pihak sehingga hasilnya tidak merugikan semua pihak.

2. tidak!,karena saat ini ada juga perang yang berbentuk pemikiran,yaitu perang yang dapat merusak pemikiran dan ideologi sebuah negara yang terpengaruh oleh sebuah ideologi dari bangsa lain,seperti yang sekarang dialami di indonesia,banyak anak muda indonesia yang pemikirannya telah terpengaruh oleh bangsa lain dan ideologi yang tidak sesuai dengan nilai budi luhur bangsa indonesia,perang pemikiran yang terjadi sekarang ini seperti pornografi,budaya yang tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa,dan pergaulan bebas.

3. Rekomendasi yang dapat Saya berikan untuk WNI dan RI adalah, menanamkan, menambah, dan menggencarkan edukasi ke seluruh lapisan Masyarakat tentang Wawasan Ketahanan Nasional yang berprinsip Demokrasi Pancasila, sehingga semua Masyarakat Indonesia memiliki po;a pikir, pola tindak, dan pola hidup yang sesuai harapan.

Terima kasih


Friday, 6 April 2018

Diskusi 6 PKN Universitas Terbuka ( UT )

Soal
Perhatikan wacana berikut:
Kapolri: Demokrasi Saat Ini Masih Pancasila atau Bukan?

Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia saat ini. Tito mengingatkan agar warga tidak salah arah pascareformasi.
"Jangan sampai kita salah arah setelah reformasi. Kita lihat kita terapkan demokrasi. Pertanyaannya, apa demokrasi saat ini masih Pancasila atau bukan? Saya melihat bahwa sistem demokrasi saat ini sudah mengarah ke liberal," kata Tito dalam simposium nasional di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017).
Tito punya alasan mengapa menyebut demokrasi mengarah ke liberal. Menurutnya, kebebasan berpendapat saat ini sudah terlalu luas.
"Kebebasan berpendapat di muka umum, kebebasan berekspresi, freedom, terlalu luas, terlalu lebar," sebutnya dalam simposium yang bertajuk 'Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa'.
"Sistem piramida low class masih mendominasi. Ini berbahaya karena demokrasi akan diterjemahkan boleh berbuat apa saja semaunya," lanjutnya.
Bila hal tersebut dibiarkan, lanjut Tito, rentan terhadap konflik vertikal, yaitu keinginan kelas bawah yang ingin secara instan mencapai kesejahteraan. 
"Kalau terus didiamkan, justru akan terjadi konflik vertikal, yaitu ketidakpuasan kelas bawah yang ingin instan, cepat, adanya kesejahteraan. Sehingga siapa pun pemimpinnya, akan cepat dituntut kalau nggak ada perubahan dalam 2 atau 3 tahun," ujarnya.
 
Tak hanya itu, Tito juga menitip pesan kepada para pemuda dan mahasiswa. Pemuda dan mahasiswa, yang merupakan ujung tombak untuk merawat bangsa, harus tetap solid menjunjung Pancasila.
"Jangan terlalu banyak kembali nostalgia, demo di lapangan, kemudian eksis segala macam. Itu mungkin cara lama. Cara baru kreativitas dengan inovasi," tuturnya.
1. Bagaimana tanggapan saudara/i tentang pernyataan Kapolri mengenai demokrasi di Indonesia saat ini?
2. Apa rekomendasi Bapak/Ibu/Sdr/I agar demokrasi Pancasila dapat dilaksanakan dari seluruh elit politik, para birokrat dan seluruh rakyat Indonesia sehingga demokrasi Pancasila mengakar kuat sebagai ikon bangsa dan masyarakat Indonesia?

Jawab
1. Demokrasi liberal (atau demokrasi konstitusional) adalah sistem politik yang menganut kebebasan individu. secara konstitusional hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah.
Demokrasi Pancasila adalah suatu paham demokrasi yang bersumber dari pandangan hidup atau falsafah bangsa Indonesia. Yang diperdalam berdasarkan kepribadian rakyat Indonesia sendiri. Dari falsafah hidup bangsa Indonesia, kemudian akan timbul dasar falsafah negara.
Setelah melihat definisi di atas, saya setuju dengan Kapolri, demokrasi di negara ini mengarah ke liberal, terlalu bebas, terlebih di media sosial.

2. Rekomendasi yang bisa saya berikan adalah dengan mengutamakan segala sesuatu yang tercantum dalam 5 sila dalam pancasila. Karena jika kita sudah memahami makna dan kalimat yang terkandung dalam setiap sila tersebut. Demokrasi pancasila akan mengakar kuat dalam masyarakat. Pemahaman mengenai pancasila seharusnya sudah sedari dulu ditanamkan kepada generasi muda, karena jika sesuatu hal yang sudah tertanam kuat sejak dini, maka hal tersebut akan menjadi dasar berpikir dan dasar perilaku seseorang, begitu juga dengan pemahaman pancasila, harus sejak dini, sehingga dapat dimaknai, dan diamalkan sebaik mungkin sehingga indonesia akan lebih menguatkan peranan pancasila dalam sistem demokrasi negara

Sumber Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/7776076#readmore

Terima Kasih