Saturday, 22 December 2018

:: Anakku ranking ke-23 ... ::

Anakku ranking ke-23 ...

Di kelasnya ada 25 orang murid,setiap kenaikan kelas,anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua,kami merasa panggilan ini kurang enak didengar,namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.

Pada sebuah acara keluarga besar,kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter,pilot,arsitek bahkan presiden. Semua orang pun bertepuk tangan. Tapi anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya.

Didesak orang banyak,akhirnya dia menjawab ,,,
"Saat aku dewasa,cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK,memandu anak-anak menyanyi,menari lalu bermain-main".

Demi menunjukkan kesopanan,semua orang tetap memberikan pujian,kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua.
Dia pun menjawab ,,,
"Saya ingin menjadi seorang ibu,mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur,kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang."

Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Nampak raut muka isteriku pun terlihat canggung sekali.

Sepulangnya kami kembali ke rumah,isteriku mengeluhkan ke padaku,apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya
menjadi seorang guru TK?

Anak kami sangat penurut,dia tidak lagi membaca komik,tidak lagi membuat origami,tidak lagi banyak
bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan,dia ikut les belajar sambung menyambung,buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan
lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak
tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
Kami memang sangat sayang pada anak kami ini,namun kami sungguh tidak memahami akan nilai di
sekolahnya.

Pada suatu minggu,teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa,ada anak yang bernyanyi,ada juga yang memperagakan kebolehannya.
Anak kami tidak punya keahlian khusus,hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira. Dia seringkali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan,merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring,mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan,ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami,satunya si jenius matematika,satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya,juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka,namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai.

Ketika pulang,jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti,dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus,setiap orang
mendapatkan guntingan kertas berbentuk hewan masing-masing,dan mereka terlihat begitu gembira.

Selepas ujian semester,aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan. Dalam soal itu tertera: SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI DAN APA ALASANNYA?
Dan jawaban dari semua teman sekelasnya sama,tak ada satu pun yang beda. Mereka serentak menuliskan nama anakku.

Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang,selalu memberi semangat,selalu
menghibur,selalu enak diajak berteman,dan banyak lagi.

Si wali kelas memberi pujian ,,,
"Anak bapak ini kalau bertingkah laku terhadap orang,benar-benar nomor satu".

Tak berselang lama aku mencandai anakku dan berkata padanya ,,,
"Suatu saat kamu akan jadi pahlawan".

Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba-tiba menjawab ,,,
"Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah,ketika pahlawan lewat,harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan."

Dia lalu melanjutkan ,,,
"Ayah... Aku tidak mau jadi pahlawan. Aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan saja."

Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin
menjadi seorang pahlawan,jadi orang-orang hebat,atau orang terkenal. Namun anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak 'terlihat'. Seperti akar sebuah tanaman,tidak terlihat,tapi dialah yang mengokohkan,dialah yang memberi makan dan dialah yang memelihara kehidupan yang lain.

~  ~  ~

Sahabatku,,,
Hidup itu bukan semata-mata untuk menunjukan siapa yang paling penting,siapa yang paling berperan,atau siapa yang paling hebat,tapi sederhana saja,siapa yang paling bermanfaat bagi yang lain.

(Dikutip dari beberapa sumber)

#superteam
#lvbtrainingcenter
#besar_bersama
#tigaraksa
#timidea

Coppy from FB.

JALAN CINTA ISTRI PEJUANG

JALAN CINTA ISTRI PEJUANG

Inilah sebuah kisah,
kisah Yang lama terpendam,
Kisah tentang kesetiaan dan pengorbanan seorang istri pejuang.

 NA-ILAH BINTI AL-FARAFISHAH

Seorang gadis kristen cantik dari negeri Kufah, berkulit putih, berparas jelita,  berfikiran jernih dan  berakhlak penuh pesona. Laksana bunga harum lagi mekar yang menjadi incaran "para" kumbang.

Keelokan dan keindahannya telah sampai ke telinga sang khalifah amirul mukminiin  Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu, maka beliau pun meminang gadis idaman, dan sang khalifah pun menikahinya setelah dia masuk Islam.

Taukah engkau terpautnya umur di antara  keduanya??? seorang khalifah Islam berumur senja, menikahi seorang gadis yang masih belia... sebagian riwayat mengatakan umur khalifah 81 tahun sedang umur Na-ilah masih 18 tahun, sebagian lagi mengatakan  umur Utsman 76 tahun sedang umur Nailah 16 tahun. Dan masih ada riwayat lainnya.

Apakah anda mengira ini pernikahan ala siti nurbaya atau pernikahan yang terpaksa? Tidak, sekali lagi tidak, tapi ini adalah pernikahan karena cinta, pernikahan yang sejarah akan gagal menggoreskan tintanya untuk menulis kisah semisalnya, cinta seorang gadis muslimah dengan seorang ksatria Islam di zamannya..

Di Malam pertama, khalifah menyapa lembut kekasihnya: "wahai Na-ilah, kenapa  engkau mau menikah dengan lelaki tua seperti aku?", Nailahpun menjawab: "aku suka dengan lelaki yang lebih tua", khalifah pun berkata: " tapi masa tuaku telah melampaui masa tua yang ada" ...  Na-ilah-pun menjawab: TETAPI MASA MUDAMU TELAH ENGKAU HABISKAN BERSAMA RASULULLAH shallallahu 'alaihi wasallam.

Allahu Akbar...

lihatlah.....

Dia telah memilih pemilik sepasang mata yang dulu pernah melihat dan bersua dengan Rasulullah, Dia telah memilih lelaki ksatria yang menghabiskan masa mudanya demi membela Nabi yang Mulia.

Biduk pernikahanpun berjalan, Utsman bin Affan diperlakukan dengan penuh cinta dan akhlak yang mulia, Na-ilah pun dianugrahi oleh Allah keberkahan cinta sang Khalifah.

Hari-Hari berjalan, sang Khalifah menaklukkan negeri-negeri kafir, menundukkan dan mengislamkan penduduknya, hingga negeri islam terbentang dari timur hingga ke barat, terbentang dari afrika utara hingga ke azerbaijan. Semua itu tidak lepas dari peran istri pejuang, istri seorang ksatria yang menemani sang suami dalam suka dan duka....tentunya setelah taufik dari Rabb semesta alam.

Hingga tibalah hari-hari kelam dalam sejarah islam, mucullah ribuan manusia-manusia durjana berhati syetan berkumpul di kota Madinah di saat para sahabat senior beribadah haji di tanah haram, kaum munafikin pengikut Abdullah bin Saba' mengepung rumah sang khalifah, ingin menjatuhkannya dan mengobarkan api revolusi dan melengserkannya dari tampuk kekhalifahan.

Para anak2 shahabat yang kalah jumlah bergegas dan segera menuju rumah sang khalifah, menghunuskan pedang dan membela sang khalifah.,,akan tetapi sang Khalifah memerintahkan mereka untuk pulang dan menyarungkn pedang-pedang mereka,  hingga akhirnya manusia-manusia syetan itu berhasil mendobrak pintu rumah sang khalifah, sedang sang khalifah dalam keadaan berpuasa lagi khusyu' melantunkan Al-Qur'an....Ditemani Nailah sang istri yang tidak sejengkalpun mundur dari menjaga dan melayani sang khalifah ustman bin Affan.

Hingga takdir Allah berjalan, Datang lah manusia terlaknat masuK ke rumah sang KHALIFAH, Mengayunkan pedang ke arah tubuh sang khalifah yang sedang membaca al-Qur'an,....maka dengan cepat Na-ilah maju menangkis mata pedang yang tajam, hingga jari-jari Nailah terputus demi membela suaminya utsman bin Affan. Namun apalah daya seorang wanita lemah yang sedang melawan manusia iblis yang penuh dengan amarah dan kebencian, tatkala Utsman melihat Na'ilah belum sempat mengenakan hijab demi membelanya, maka Utsman pun berkata: "masuklah ya Na'ilah demi Allah aku terbunuh lebih aku cintai dari pada  auratmu dilihat oleh manusia-manusia ini",  hingga akhirnya gugurlah sang khalifah Utsman bin Affan sebagai martir Islam, darah Nailah bercampur dengan darah syahid sang khalifah.

Nailah berkata kepada kaum pemberontak: "celaka kalian, kalian telah membunuh manusia yang selalu sholat malam dan membaca al-Qur'an.

Madinah pun bergejolak membara, dalam riwayat  tiada manusia yang berani mengubur ustman karena banyaknya para syetan berkeliaran, hingga Nailah setia mendampingi jenazah sang suami....Nailah meminta bantuan Jubair bin Muth'im untuk mengubur jenazah khalifah, tapi karena bergejolaknya Madinah, maka pemakaman-pun ditunda hingga waktu malam....

Ketika malam tiba, Na-ilah membewa lentera bersama Jubair bin Muth'im dan beberapa wanita dan lelaki lainnya, Jubair meminta agar Nailah mematikan lentera agar syetan syetan itu tidak mengacaukan pemakaman sang khalifah, Utsman dimakamkan sedangkan Nailah diterpa kesedihan yang mendalam...

Sambil mengubur jenazah sang suami Na-ilah berkata:

 "ya ustmaaanaaahhhh.... ya amiral mukminiiinah, bagaimana aku tidak bersedih dengan kepergianmu......"

NAILAH pun memperjuangkan hak Qishas suaminya, Ia mendatangi manusia2 di kota madinah akan tetapi usahanya tak berbuah...akhirnya Na-ilah menulis surat kepada Mu'awiyah selaku Amir negeri Syam dan sebagai keluarga dekat ustman bin Affan.

HINGGA TERJADILAH APA YANG TERJADI...ANTARA ALI DAN MU'AWIYAH.

waktu terus berjalan, Na-ilah menjanda ditinggal suami tercinta, hari- harinya dipenuhi dengan kerinduan dengan sang khalifah, hingga cinta itu  tak usang di makan zaman tak lapuk dimakan waktu....

Status janda belumlah memudarkan kecantikannya, hingga datanglah lelaki rupawan, bangsawan bahkan bergelar amirul mukminin khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan datang  melamar Nailah, ...maka Nailah pun bertanya ke wanita yang ada di dekatnya: "apa yang membuat lelaki tertarik denganku padahal aku adalah seorang wanita janda yang terputus jari-jarinya? Wanita itu menjawab: Gigi serimu...maka Nailah-pun memecahkan gigi serinya dan berkata: "demi Allah aku tak akan pernah mengganti cinta Utsman bin Affan"

Masya Allah...lihatlah wanita ini, dilamar seorang lelaki yang memiliki dunianya, tapi dia menolaknya dan lebih berharap menjadi istrinya Utsman bin Affan di dunia dan di akherat...padahal dia seorang janda yang membutuhkan perlindungan.

Waktu telah berlalu Nailah si cantik ini, senyap dari keramaian, dia mengurus putra-putri buah hatinya bersama Utsman...membesarkannya dengan penuh cinta, dan dia tidak menikah lagi hingga ajal menjemputnya....innaa lillaahi wainnaa ilaihi raji'uun....

Semoga Allah merahmatimu wahai Nailah...
Semoga Allah mempertemukanmu kembali dengan kekasihmu Utsman bin Affan
Di syurga Utsman akan menjadi pemuda gagah dan engkau menjadi bidadari jelita..insya Allah

Dan semoga wanita2 muslimah setelahmu bisa meneladani kesetiaanmu dan pengorbananmu demi agama dan cintamu...

Akhukum Fillah:
Fadlan Fahamsyah

Disarikan dari:

1. Abdul Malik al-Qasim, nikah Ash-Shalihat tsimaaruhu wa aatsaaruhu (Dar al-Qasim) hal. 15, .

2. Imam Adz-Dzahabi, Tarikh al-Islam (Dar Al- hari al-Islam, 2003) vol. 2, hal.242. Dan 257.

3. Ibnu Katsir, al-Bidayah wa an-nihayah (Dar al-Hijr, 1418 H), vol. 10, hal. Wanita 307

4. Utsman bin Muhammad al-Khamis, Hikqbah minat tarikh,

5. https://ar.m.wikipedia.org/wiki

Dll.