Thursday, 22 March 2018

Dikusi 4 PKN UT ( Universitas Terbuka )

Jakarta - Menteri Pertahanan mengatakan pentingnya untuk memperkuat identitas bangsa dalam menghadapi globalisasi dan modernisasi. Salah satu caranya lewat penguatan kesadaran dan penanaman nilai-nilai Pancasila.

Hal itu disampaikan Ryamizard saat menyampaikan kuliah umum tentang di Universitas Trunojoyo, Madura, Jawa Timur. Di hadapan mahasiswa dan para dosen, Ryamizard mengatakan kesadaran penting untuk memperkuat jati diri bangsa dan persatuan.

"Sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Khususnya bagi bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan telah bertekad untuk membela, mempertahankan, dan menegakkan kemerdekaan, serta kedaulatan negara dan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," ucap Ryamizard, dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/8/2017).

Dia menjelaskan, di era globalisasi, Indonesia menghadapi berbagai ancaman baik fisik dan non-fisik. Ancaman non-fisik disebutnya lebih besar dan mengancam ideologi negara yakni Pancasila. Hal itu akan berpengaruh pada keutuhan dan ketahanan nasional.

"Ancaman dan tantangan tersebut berupa serangan ideologis dengan kekuatan soft power yang berupaya untuk merusak mindset dan jati diri bangsa Indonesia melalui pengaruh kehidupan ideologi asing yang beraliran materialisme. Idelogi berbasis Materialisme yang saya identifikasi berpotensi mengancam keutuhan Ideologi Pancasila di sini adalah ideologi liberalisme, komunisme, sosialisme dan radikalime agama," jelasnya.

Untuk menghadapi serangan ideologis tersebut, Ryamizard mengatakan pentingnya implementasi nilai Pancasila lewat program kesadaran .

"Ideologi Pancasila ini merupakan satu-satunya Ideologi dunia yang berbasiskan Filsafat Idealisme. Nilai-nilai yang terkandung dalam Ideologi Idealisme tidak akan pernah berubah sejak dulu sekarang dan yang akan datang. Konsep idealisme Pancasila Inilah yang paling ampuh di dalam mencegah masuknya pengaruh-pengaruh ideologi materialisme," kata Ryamizard.

Menutup kuliah umum, Ryamizard berpesan kepada para mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan.

"Sebagai mahasiwa yang nantinya dibentuk untuk menjadi manusia Indonesia yang berpikir rasional dan intuitif, Kalian harus mampu memilih dan memilah mana yang harus diterima dan mana yang harus ditolak. Jadikan Pancasila dan kesadaran sebagai standar dan landasan karakter dalam mengambil suatu sikap dan keputusan," ucapnya.
(aik/nkn)

Diskusikan
1.     "Ancaman dan tantangan tersebut berupa serangan ideologis dengan kekuatan soft power yang berupaya untuk merusak mindset dan jati diri bangsa Indonesia melalui pengaruh kehidupan ideologi asing yang beraliran materialisme. Idelogi berbasis Materialisme yang saya identifikasi berpotensi mengancam keutuhan Ideologi Pancasila di sini adalah ideologi liberalisme, komunisme, sosialisme dan radikalime agama," jelasnya.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan kekuatan soft power pada pernyataan di atas!
2. Apakah kondisi ketahanan nasional NKRI saat ini sudah berada dalam kondisi prima, jika dianalisis dari ukuran strength, weakness, opportunity dan threat (SWOT)?
3. Apa rekomendasi Bapak/Ibu agar ketahanan nasional NKRI semakin sinergi dan kuat dalam menghadapi arus globalisasi dan modernisasi?
4. Apakah dengan jumlah penduduk yang besar merupakan hambatan atau kekuatan dalam ketahanan nasional?

Silahkan berdiskusi

JAWAB
1. Soft Power adalah suatu konsep yang dikembangkan oleh Joseph Nye, Jr., dari Universitas Harvard, untuk menggambarkan kemampuan suatu negara dalam menarik dan mengajak (co-opt), dan bukan dengan cara memaksa, menggunakan kekerasan, ataupun memberikan dana untuk mempengaruhi. Belakangan ini, istilah
Soft Power juga digunakan dalam membahas terjadinya perubahan dan cara-cara mempengaruhi opini sosial melalui saluran-saluran yang tidak kentara dan pendekatan (lobby ), baik di organisasi politik maupun non politik.
Soft Power sering disamakan dengan kekuatan budaya (Cultural Power),meskipun sebenarnya tidak sama persis.Power adalah kemampuan untuk merubah perilaku pihak lain dalam rangka mendapatkan apa yang kita inginkan. Terdapat tiga cara untuk itu: dengan paksaan atau coersion ( diistilahkan sebagai“stick”), pemberian bantuan dana ( diistilahkan sebagai “carrot”) dan ketertarikan atau attraction (soft power )
Contohnya di Iran. Video dan musik Barat merupakan hal terlarang bagi para Mullah yang berkuasa, tetapi sangat menarik pada generasi mudanya karena dapat menyalurkan gagasan kebebasan dan menentukan pilihan. Kebudayaan AS telah menghasilkan Soft Power terhadap generasi muda Iran tetapi bukan terhadap yang lainnya.

2.jika dianalisis dari ukuran strength,weakness,opportunity dan threat (SWOT)kondisi ketahanan NKRI belum berada pada kondisi prima,SWOT adalah metode perencanaan setrategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan/strength,kelemahan/weakness,peluang/opportunity,danancaman/threat.ketahanan nasional sendiri pada hakikatnya adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.dan pada era globalisasi saat ini,justru ketahanan nasional semakin lama semakin melemah disebabkan oleh banyak faktor.masuknya ideologi trans nasional maraknya libralisme,ketergantungan dalam teknologi serbuan informasi dan multimedia serta kejahatan nasional.

3.rekomendasi saya supaya ketahanan nasional semakin sinergi dan kuat adalah supaya masing-masing individu dalam bertindak,berbicara dan bertingkah laku dalam kehidupan sebagai individual bermasyatakat berbangsa dan bernegara selalu berlandaskan pancasila,UUD 1945, dan wawasan nusantara.selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

4Jumlah penduduk yang besar juga sering dikatakan sebagai salah satu modal dasar pembangunan nasional. Ungkapan seperti itu memang ada benarnya, namun harus diingat bahwa penduduk dapat menjadi modal dasar pembangunan apabila penduduk tersebut memiliki kualitas tertentu, sehingga dapat mendukung kualitas tertentu,sehingga dapat mendukung pembangunan.
Ketahanan nasional sangat dipengaruhi oleh kondisi kependudukan. Oleh sebab itu, dalam rangka pembangunan kita harus dapat melihat persoalan-persoalan apa yang ada dalam kependudukan kita dan bagaimana pengaruhnya dalam terhadap ketahanan nasional. Persoalan-persoalan tersebut kalau tidak ditangani secara tepat akan menimbulkan masalah-masalah sosial, seperti pengangguran, kekurangan pangan/gizi, munculnya kawasan kumuh, dan sebagainya. Kondisi yang demikian itu pada akhirnya akan memicu timbulnya sikap dan perilaku yang menyimpang seperti kekerasan sosial, kejahatan, prostitusi dan semacamnya yang akan mengganggu ketahan nasional.

                                     TERIMA KASIH

0 comments:

Post a Comment