Saturday, 24 September 2011

4 watak isteri dalam Al Quran

Dalam al-Quran, ada digambarkan empat jenis wanita yang bergelar isteri.

Pertama, jenis ideal isteri Musa. walaupun al-Quran tidak menyebut namanya, namun isteri Musa ini dikenali sebagai Safura anak perempuan Syuaib. Safura digambarkan seorang gadis murni. Dia tertarik dengan Musa. Cintanya kepada calon suami, tidak hanya demi kebahagiaan keluarga, iaitu membantu ayahnya. Al-Quran menggambarkan cinta mulia dan halus Safura melalui ayat 26 surah al-Qashash yang bermaksud:

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata "Ya bapaku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), kerana sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercayai"

Dan sesungguhnya perkahwinan yang ideal ialah perempuan yang mulia serta setia berpasangan dengan suami yang kuat lagi amanah. Inilah pasangan romantis sebenar.

Kedua, jenis isteri Abu Lahab iaitu perempuan jahat berganding dengan suami terkutuk. Dalam surah al-Lahab ayat 3 dan 4 yang bermaksud:

"Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar"

Isteri Abu Lahab bernama Ummu Jamil tidak disebut dalam al-Quran. Abu Lahab memiliki akhlak buruk dan dikatakan pernah mencuri emas yang terdapat di Kaabah kerana tamak dan rakusnya. Isterinya pula seorang penyombong dan memiliki perasaan hasad dengki yang kuat. Jadi, tugasnya ialah pembantu setia kejahatan suaminya.

Kalau Abu Lahab merupakan penentang utama terhadap nabi s.a.w, maka isterinya adalah pendorong utama yang turut aktif di dalam kegiatan jenayah suaminya.
Jadi jika suami diumpamakan terbakar dalam kejahatan nafsu, isteri pula pembawa kayu api – iaitu pengobar kejahatan suami. Maknanya isteri aktif dalam kegiatan jahat suami.


Ketiga, isteri baik dalam genggaman suami yang jahat. Watak ini menyebut isteri Firaun sebagai contohnya. Walaupun Firaun melalui al-Quran merupakan seorang Raja Besar yang dikutuk Allah, namun isterinya disanjung tinggi dalam al-Quran.

Isteri Firaun yang kononnya bernama Asiah ini juga tidak diberikan nama oleh al-Quran. Ia disebut sebagai "imraatu Firaun" atau perempuan Firaun sahaja. Walaupun Asiah ditakdirkan berpasangan sebagai suami isteri dengan Firaun, namun tindakan akhlaknya sangat bertentangan dengan suaminya yang zalim itu.

Asiah menyelamatkan Musa, sebaliknya Firaun ingin menghapuskan Musa. Dia berkenan dan beriman dengan ajaran Islam yang dibawa Musa. Semua manusia dilingkungannya menyembah Firaun sebagai Tuhan, tetapi dia diam-diam menyembah Allah.

Keempat ialah watak perempuan Nuh dan Lut. Isteri dua orang nabi a.s ini dinyatakan Allah melalui al_Quran surah at-Tahriim ayat 10 yang bermaksud:

"Allah membuat isteri Nuh dan isteri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang salih di antara hamba-hamba Kami;lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun, dari (seksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya);"masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)"

Isteri Lut kononnya bernama Wa’ilah, tetapi isteri Nuh tidak diketahui namanya. Namun kedua perempuan ini juga tidak disebut dalam al-Quran siapakah nama mereka.
Keduanya adalah isteri kepada dua lelaki pilihan Allah, namun mereka disifatkan oleh Allah sebagai pengkhianat dan menjadi ahli neraka.

Demikianlah gambaran watak isteri dalam al-Quran.
Jangan engkau kahwini wanita yang enam, jangan yang Ananah, yang Mananah, dan yang Hananah, dan jangan engkau kahwini yang Hadaqah, yang Baraqah dan yang Syadaqah.”

Wanita Ananah:banyak mengeluh dan mengadu dan tiap saat memperalatkan sakit atau buat-buat sakit.
Wanita Mananah:suka membangkit-bangkit terhadap suami. Wanita ini sering menyatakan, “Aku membuat itu keranamu”.
Wanita Hananah: menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain.
Wanita Hadaqah: melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya.
Wanita Baraqah: ada 2 makna, pertama yang sepanjang hari mengilatkan dan menghias mukanya, kedua dia marah ketika makan dan tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagianya.
Wanita Syadaqah: banyak cakap tidak menentu lagi bising.

Dicatat oleh "Imam Al-Ghazalli"

Tanda-Tanda Orang Fasiq


Allah Swt mengirimkan dua orang malaikat yang selalu mengiringi kita kemana kaki kita melangkah. Seperti yang tertulis dalam sebuah surat Qaf ayat 16-19 yang berbunyi, ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, karena Kami lebih dekat dari pada urat lehernya sendiri. Kami kirimkan dua orang malaikat yang mencatat amal perbuatannya. Seorang duduk di sebelah kanannya dan seorang duduk di sebelah kirinya. Tidak ada satu pun ucapan yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Raqib 'Atid malaikat pengawas yang selalu hadir.”
Tapi entah mengapa, meskipun kita mengetahui bahwa ada dua orang malaikat yang selalu menyertai kita, tapi hal itu tidak memberikan pengaruh kepada diri kita ketika kita dihadapkan dengan keterpaksaan dan nafsu. Sehingga kita kembali terperosok ke dalam kesalahan dan mungkin sebuah dosa. Padahal ketika kita mengetahui antara kebenaran dan kesalahan, tapi justru yang terjadi malah kita langgar kebenaran yang ada dan melakukan kesalahan adalah TANDA-TANDA ORANG YANG FASIK.
Seringkali kita merasa sudah beriman, tapi benarkah kita sudah beriman? Dalam Al-Quran telah dijelaskan bagaimana keadaan orang yang beriman dan beramal saleh,”Dan adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh maka mereka surga-surga yang menjadi tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As-Sajdah: 19). Begitulah keadaan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, yaitu hidup dalam surganya Allah. Ketika kita hidup di dunia, surganya diwujudkan dengan kehidupan yang penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan. Jika dalam kehidupan kita ada tanda-tanda itu, maka boleh jadi dikategorikan sebagai hamba Allah yang beriman dan beramal saleh.

Jika SHOLAT KITA MASIH BOLONG-BOLONG, apalagi TIDAK MAU SHOLAT. Apabila SEDEKAH kita sangat sedikit dibanding dengan PENDAPATAN YANG KITA TERIMA, apalagi bila dicampur dengan riya. Bila disela-sela ketaatan kita ternyata masih terselip aroma kemusyrikan. Bila ternyata masih banyak orang susah dan menderita dibalik kekayaan dan kesuksesan kita, maka bisa jadi kita adalah CALON-CALON PENGHUNI NERAKA. Dunia yang kita genggam boleh jadi hanya sesaat sifatnya, semu. DAN KELAK AKAN BERUBAH MENJADI NERAKA

Kini kita kembali ke kehidupan kita sendiri. Apakah kehidupan kita sudah termasuk ke dalam kehidupan orang-orang yang beriman ataukah KEHIDUPAN ORANG-ORANG YANG FASIK. “DAN ADAPUN ORANG-ORANG YANG FASIK, maka tempat mereka adalah NERAKA. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka itu, mereka kami kembalikan lagi kedalamnya, dan kami katakan kepada mereka, RASAKANLAH SIKSA NERAKA yang dulu kamu dustakan” (As-Sajdah: 20). Jadi kehidupan orang-orang yang fasik diibaratkan sama ketika mereka berada di dalam neraka. Mereka hampir-hampir tidak bisa keluar dari permasalahannya. Setiap kali mereka menemukan jalan keluar, ternyata jalan yang ditemukan adalah jalan buntu. Tapi kebanyakan orang-orang tersebut tidak pernah menyadari kefasikannya dan tidak menyadari bahwa keadaannya adalah keadaan ORANG-ORANG FASIK, seperti:

• Mencari jalan kesembuhan, tiada kunjung sembuh. Karena dia FASIK. Bukan karena belum menemukan obatnya, tapi ditengah kesakitannya, dia masih saja suka menyakiti orang lain, MASIH SUKA MENINGGALKAN SHOLAT, KURANG BERSEDEKAH, atau hal-hal lain yang masih berupa dosa dan kemaksiatan yang belum dimohonkan ampunan. Tidak hanya itu, mungkin ditengah proses mencari kesembuhan, masih saja dia berupaya melalui jalan KEMUSYRIKAN.

• Mencari solusi buat hutang, tapi tak kunjung ketemu rezeki buat bayar hutang. Yang ada malah semakin menambah masalah. Sebabnya adalah fasik. Sangat gampang menggunakan uang orang lain, tergoda mencari jalan pintas, tergoda melakukan kejahatan dan kebohongan. Padahal ia tahu, ia sedang butuh pertolongan Allah. Tapi selalu saja kefasikan yang terjadi.

• Dan masih banyak contoh-contoh lain yang mungkin ada dalam kehidupan kita semua. Trus, BAGAIMANA ALLAH MAU MENOLONG KITA, BILA KITA MASIH DIANGGAPNYA FASIK. Mungkin juga bukan pertolongan yang akan kita terima, tetapi azab sebelum kita benar-benar merasakan azab di akhirat. Na'udzubillah tsumma na'udzubillah.

“DAN SESUNGGUHNYA KAMI MERASAKAN KEPADA MEREKA SEBAGIAN AZAB YANG DEKAT DI DUNIA SEBELUM AZAB YANG LEBIH BESAR DI AKHIRAT, SUPAYA MEREKA KEMBALI KE JALAN YANG BENAR. DAN SIAPAKAH YANG LEBIH ZALIM DARIPADA ORANG-ORANG YANG TELAH DIPERINGATKAN ALLAH DENGAN AYAT-AYAT-NYA, KEMUDIAN IA BERPALING DARIPADANYA? SESUNGGUHNYA ALLAH AKAN MEMBERIKAN BALASAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERDOSA.” ”(QS AS-SAJDAH: 21-22)

ITULAH TANDA-TANDA ORANG YANG FASIK, ketika disebutkan kebenaran melalui ayat-ayat Al-Quran, mereka tidak mau mengakui kebenarannya, malah mereka berpaling dari kebenaran itu sendiri. Semoga kita bukan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang fasik. Kita harus selalu ingat, apapun yang terjadi di dunia ini semua adalah kehendak Allah. Dan hendaknya kita sendiri yang mampu memelihara keimanan dan amal saleh yang kita miliki. Semoga Allah selalu bersama kita, dan selalu menguatkan iman kita. Amin Allohumma Amin...

Friday, 23 September 2011

Lelaki Sejati

Lelaki Sejati :
Adalah mereka yang menundukkan pandangannya darimu,,,
bukan kerana kau tak layak dilihat, namun kerana ia tahu kau begitu indah....

Adalah mereka yang tak ingin menyentuhmu sedikitpun,,,
bukan kerana jijik padamu, tapi kerana ia taat dengan apa yang diperintahkan oleh Tuhannya....

Adalah mereka yang tak mudah mengasyikkan kata kasih dan cinta,,,
bukan kerana ia tak memilikinya, tapi kerana ia tak ingin keduanya hanya atas nafsu belaka....  

Adalah mereka yang tak ingin berada di dekatmu,,,
bukan kerana benci padamu, tapi kerana ia takut bisikan syaitan datang menyapa....  

Adalah mereka yang datang padamu dengan akad yang pasti,,,,
bukan dengan janji palsu yang berlabuh tanpa jelas tujuan dan arah....