Friday, 13 October 2017

Tugas 3 Manajemen Kinerja

Soal

1.      Sistem penilaian kinerja berorientasi pada output. Apa maksudnya?
2.      Metode manajemen kinerja yang masih memfokuskan pada ‘input’ dalam konsep ‘input-proses-output memfokuskan pada manusianya. Jelaskan maksud pernyataan diatas.
3.      Coba saudara berikan contoh yang sangat simple system penilaian kinerja yang menggunakan metode proper-man.


Jawab

1. Sistem manajemen kinerja yang memfokuskan penilaiannya pada output seringkali disebut sebagai Sistem Manajemen Kinerja yang berbasiskan Pencapaian Sasaran Kerja Individu (SKI). Sistem SKI memfokuskan pada basil yang diperoleh atau dicapai oleh karyawan yang tiada lain adalah output dalam konsep input-proses-output. Karena itu, disebut juga sebagai Results Oriented Performance Management (ROPER-MAN). Sistem manajemen kinerja ini berbasiskan pada konsep Management By Objectives (MBO) yang pernah dipopulerkan di Indonesia dengan istilah Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS) (Ruky, 2006).
Jadi kinerja berorientasi pada output adalah Kinerja yang berbasiskan Pencapaian Sasaran Kerja Individu.

2. Metode-metode yang masih memfokuskan penilaiannya pada input dalam konsep input-proses-output. Karena fokusnya adalah manusianya, maka disebut Person Oriented Peiformance Management (POPMAN). Faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya bukanlah prestasi, tetapi karakteristik yang harus dipenuhi oleh karyawan agar mereka mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan tepat, benar, dan sempurna sehingga akhimya juga memiliki prestasi yang bagus. Lebih tepat lagi faktor-faktor tersebut sebenamya adalah input dari konsep input-prosesoutput, yaitu apa yang harus dimiliki oleh seorang karyawan untuk dapat melaksanakan prosesnya dengan berhasil. Tentu saja dalam kelompok input ini juga masih harus termasuk faktor kemampuan yang terdiri dari pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.
Jadi Maksudnya adalah proses ini menfokuskan pada karakteristik yang harus dipenuhi oleh karyawan agar mereka mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan tepat, benar, dan sempurna sehingga akhimya juga memiliki prestasi yang bagus.

3. Contoh yang sangat simple sistem penilaian kinerja yang menggunakan metode proper-man, yaitu :
contoh penerapan sistem penilaian prestasi kerja Karyawan di PT Datindo yang menggunakan metode proper-man, yaitu sebagai berikut :
Nama jabatan                                     : Tekhnisi
Nama karyawan                                  : Asrul
Nama atasan                                       : Aris Mustofa
Jabatan atasan                                    : Supervisor Area 
Tanggung jawab pokok                    :Merawat dan Memperbaiki ATM rusak Area Palembang.
Periode penilaian pada : 1 januari 2017 sampai 30 juni 2017

No.
Nama Tugas / Tanggung Jawab
Nilai
1.
Maintenance /  Perawatan ATM
4
2.
Memperbaiki ATM
3
Keterangan : 1 = sangat buruk. 2 = buruk  3 = cukup. 4 = baik. 5 = sangat baik.
Prestasi kerjanya, adalah : bersih dalam bekerja
Penilaian disiplin dan moral : - Terlambat : lima menit dan lebih lama dari waktu yang tetapkan, sebanyak : 2 kali.
                                           -  Tidak masuk kerja tanpa izin sebanyak : tidak ada.
                                           -   Sakit : 2 hari

Dibuat


Aris Mustofa
(Supervisor Area Sumbagsel).

Sumber BMP Manajemen Kinerja


Terima Kasih

0 comments:

Post a Comment