Soal
1.
Sistem penilaian kinerja berorientasi pada output. Apa
maksudnya?
2.
Metode manajemen kinerja yang masih memfokuskan pada ‘input’
dalam konsep ‘input-proses-output memfokuskan pada manusianya. Jelaskan maksud
pernyataan diatas.
3.
Coba saudara berikan contoh yang sangat simple system penilaian
kinerja yang menggunakan metode proper-man.
Jawab
1. Sistem manajemen
kinerja yang memfokuskan penilaiannya pada output seringkali disebut sebagai
Sistem Manajemen Kinerja yang berbasiskan Pencapaian Sasaran Kerja Individu
(SKI). Sistem SKI memfokuskan pada basil yang diperoleh atau dicapai oleh
karyawan yang tiada lain adalah output dalam konsep input-proses-output. Karena
itu, disebut juga sebagai Results Oriented Performance Management (ROPER-MAN).
Sistem manajemen kinerja ini berbasiskan pada konsep Management By Objectives
(MBO) yang pernah dipopulerkan di Indonesia dengan istilah Manajemen
Berdasarkan Sasaran (MBS) (Ruky, 2006).
Jadi kinerja berorientasi pada output adalah Kinerja
yang berbasiskan Pencapaian Sasaran Kerja Individu.
2. Metode-metode
yang masih memfokuskan penilaiannya pada input dalam konsep
input-proses-output. Karena fokusnya adalah manusianya, maka disebut Person
Oriented Peiformance Management (POPMAN). Faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya
bukanlah prestasi, tetapi karakteristik yang harus dipenuhi oleh karyawan agar
mereka mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan tepat, benar, dan sempurna sehingga
akhimya juga memiliki prestasi yang bagus. Lebih tepat lagi faktor-faktor
tersebut sebenamya adalah input dari konsep input-prosesoutput, yaitu apa yang
harus dimiliki oleh seorang karyawan untuk dapat melaksanakan prosesnya dengan
berhasil. Tentu saja dalam kelompok input ini juga masih harus termasuk faktor
kemampuan yang terdiri dari pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.
Jadi Maksudnya
adalah proses ini menfokuskan pada karakteristik yang harus dipenuhi oleh
karyawan agar mereka mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan tepat, benar, dan
sempurna sehingga akhimya juga memiliki prestasi yang bagus.
3.
Contoh
yang sangat simple sistem penilaian kinerja yang menggunakan metode proper-man,
yaitu :
contoh
penerapan sistem penilaian prestasi kerja Karyawan di PT Datindo yang
menggunakan metode proper-man, yaitu sebagai berikut :
Nama
jabatan :
Tekhnisi
Nama
karyawan
: Asrul
Nama
atasan :
Aris Mustofa
Jabatan
atasan :
Supervisor Area
Tanggung jawab
pokok :Merawat
dan Memperbaiki ATM rusak Area Palembang.
Periode penilaian pada : 1 januari 2017
sampai 30 juni 2017
No.
|
Nama Tugas / Tanggung Jawab
|
Nilai
|
1.
|
Maintenance / Perawatan ATM
|
4
|
2.
|
Memperbaiki ATM
|
3
|
Keterangan : 1 = sangat buruk. 2 =
buruk 3 = cukup. 4 = baik. 5 = sangat baik.
Prestasi kerjanya, adalah : bersih
dalam bekerja
Penilaian disiplin dan moral :
- Terlambat : lima menit dan lebih lama dari waktu yang tetapkan, sebanyak
: 2 kali.
- Tidak masuk kerja tanpa izin sebanyak : tidak ada.
- Sakit : 2 hari
Dibuat
Aris Mustofa
(Supervisor Area Sumbagsel).
Sumber
BMP Manajemen Kinerja
0 comments:
Post a Comment