1. Tentang sasaran kualitas bagi proses
manajemen :
Dalam organisasi modern
khususnya yang mengadopsi
metode penilaian COQ, perlu
menggunakan proses manajemen berdasarkan sasaran. Dalam istilah kualitas
dikenal dengan kualitas berdasarkan sasaran atau quality by objective (QBO).
Menurut Bester (1999), metode QBO tersebut menggunakan tiga patokan, yaitu:
1. Manajer kualitas harus
mempunyai komitmen untuk menentukan biaya sasaran kualitas. Berdasarkan sasaran
tersebut, kontribusi yang diberikannya pada keuntungan setiap tahun dapat
diprediksi.
2. Sasaran kualitas secara
menyeluruh merupakan serangkaian sasaran dan pencapaian masing masing bagian,
karenanya perlu diadakan identifikasi secara tepat sasaran pada masing-masing
bagian.
3. Masing-masing dan setiap
orang dari manajer yang memegang fungsi kualitas harus mendukung pencapaian
sasarannya untuk menjamin pencapaian sasaran kualitas secara menyeluruh.
2.
Proses pengorganisasian terdiri dari langkah-langkah berikut:
(A) menentukan dan
mendefinisikan kegiatan yang dibutuhkan untuk pencapaian tujuan organisasi;
(B) pengelompokan kegiatan
dalam unit logis dan nyaman;
(C) menetapkan tugas dan
kegiatan untuk posisi tertentu dan orang-orang;
(D) mendelegasikan kewenangan
untuk posisi ini dan orang-orang;
(E) tanggung jawab
memperbaiki kinerja; dan
(F) Mengkoordinasikan
hubungan horizontal dan vertikal di seluruh
organisasi.
3. Adapun
faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi sebagai
berikut:
- Strategi Organisasi
untuk mencapai tujuannya.
Strategi akan menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun di antara para manajer dan bawahan.
Aliran kerja sangat dipengaruhi
strategi, sehingga bila strategi berubah
maka struktur organisasi juga berubah.
- Teknologi yang
digunakan. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi barang-barang atau jasa akan membedakan bentuk
struktur organisasi, sebagai
contoh perusahaan mobil yang
mempergunakan teknologi
industri massal akan memerlukan tingkat standarisasi dan spesialisasi yang lebih
tinggi dibandingkan perusahaan industri pakaian jadi yang
mengutamakan perubahan mode.
- Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat
dalam organisasi. Kemampuan mereka untuk
bekerjasama harus
diperhatikan dalam merancang struktur organisasi. Kebutuhan manajer
dalam pembuatan keputusan
juga akan mempengaruhi saluran komunikasi, wewenang dan hubungan di antara satuan-satuan
kerja pada rancangan struktur organisasi
seperti pelanggan, supplier dan
sebagainya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur.
- Ukuran organisasi
besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan-satuan kerjanya akan sangat mempengaruhi struktur
organisasi akan semakin
kompleks dan harus dipilih
bentuk struktur yang tepat.
4.
Perumusan Tujuan dalam berorganisasi.
-Proses perumusan tujuan
dipertimbgkan terlebih dahulu sesuai dengan kekuatan atau kemampuan yang
terlibat didalamnya. Perumusan tujuan merupakan usaha perpaduan kepentingan dan
masukan dari semua pihak sehingga pihak-pihak yang terlibat di dalamnya dapat
bersinergi dalam mencapai tujuan tersebut. Agar perumusan berjalan efektif,
seorang manajer perlu memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:
1. Proses perumusan tujuan.
2. Manajer puncak sebagai
perumus tujuan umum.
3. Tujuan harus realistik.
4. Tujuan harus jelas, memiliki
alasan dan bersifat menantang.
5. Tujuan umum.
6. Tujuan bidang fungsional
organisasi harus konsisten dengan tujuan umum.
7. Manajemen harus meninjau
kembali tujuan yang telah ditetapkan.
5. Mengukur Efektivitas Organisasi :
Efektivitas
organisasi dapat
dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan dan sasaranya.
Ada beberapa pendekatan yang paling sering digunakan dalam pengukuran efektivitas organisasi, salah satunya
melalui pendekatan sasaran (goal approach).
~TERIMA KASIH~
0 comments:
Post a Comment