Friday, 13 October 2017

Diskusi 7 Manajemen Kinerja

SOAL
1. Apakah kelebihan dan kekurangan :
a. metode peringkat paksa
b. metode Graphic Rating Scale
c. metode management by objective (MBO)
2. metode mana yang ideal diterapkan dalam sistem manajemen kinerja?
JAWAB

A, Metode peringkat paksa

Kelebihan :
Sebagai sebuah metode pengiring penilaian kinerja, pemeringkatan paksa bisa membantu mengatasi masalah inflasi nilai dan kegagalan untuk membedakan prestasi karyawan, yang sering terjadi dalam proses penilaian kinerja. Jika diterapkan secara bijaksana dan dieksekusi secara efektif, metode ini mampu membantu Anda:
·         Memastikan bahwa para manajer Anda akan membedakan karyawan yang potensial dan yang tidak; sesuatu yang sering tidak bisa Anda peroleh hanya melalui penerapan penilaian kinerja konvensional, dimana para atasan cenderung memberikan nilai tinggi untuk hampir semua karyawan.
·         Mengartikulasikan kriteria yang dibutuhkan untuk sukses, dan mendorong seluruh karyawan untuk mengubah perilaku mereka agar selaras dengan apa yang sekarang mereka ketahui bisa membuat mereka sukses.
·         Menerapkan kriteria yang sama untuk semua departemen, sehingga Anda bisa memperoleh perbandingan nilai lintas-departemen yang lebih akurat.
·         Menetapkan konsekuensi yang jelas untuk setiap kelompok prestasi, dimana mereka yang berkinerja tinggi akan mendapatkan apresiasi yang tinggi, sementara yang berprestasi rendah akan menerima ganjaran yang rendah pula. Dengan demikian, dalam keterbatasan sumber daya, Anda bisa lebih memfokuskan anggaran kompensasi maupun pengembangan Anda pada mereka yang memang memberikan kontribusi lebih besar.
·         Mengidentifikasi kapabilitas para manajer Anda dalam mengenali serta mengembangkan karyawan potensial, dan dengan demikian membantu Anda mengidentifikasi tingkat kapabilitas kepemimpinan mereka.
·         Menciptakan dan mempertahankan budaya organisasi yang berkinerja-tinggi dan yang mengapresiasi karyawan potensial, dimana karyawan yang tidak bersedia menunjukkan komitmen untuk berkontribusi optimal tidak akan merasa betah.
·         Meningkatkan kinerja perusahaan dan imbal hasil untuk para pemegang saham; sebagaimana tampak dalam laporan penelitian Linkage, Inc., dimana terindikasi adanya korelasi yang kuat antara penerapan pengelolaan kinerja —termasuk pemeringkatan paksa— dengan kedua ukuran produktivitas organisasi tersebut.

Kekurangan:
Namun demikian, layaknya gading yang tidak ada yang tak retak, metode ini juga mengundang kritik karena memuat sejumlah kelemahan mendasar:
·         Pemeringkatan paksa menciptakan lingkungan persaingan yang bisa merangsang timbulnya tindakan tidak etis; membatasi kreativitas, keberanian untuk mengambil risiko, dan kerja sama; serta mendorong karyawan untuk tidak meminta bantuan atau pelatihan tambahan karena takut diidentifikasi sebagai karyawan yang berkinerja buruk.
·         Berkaitan dengan polanya yang memaksa manajer untuk memeringkat dan mengelompokkan karyawan ke dalam kategori tertentu, metode ini bisa membuat perusahaan melakukan kesalahan. Anda mungkin terpaksa memecat karyawan yang sebenarnya mampu menjadi bintang di unit kerja lain karena di unit kerjanya saat ini dia dimasukkan ke dalam kategori terendah. Atau, bisa jadi Anda membuat seorang karyawan yang sesungguhnya berkinerja unggul menjadi kehilangan motivasi karena —akibat adanya pembatasan kuota— Anda terpaksa menempatkan dia di kategori menengah.

B.  Metode Graphic Rating Scale
Keuntungan dari Penggunaan Metode “Graphic Rating Scale” adalah
1. Mudah dimengerti dan dipahami oleh penggunanya atau paling sedikitnya cukup sederhana dan istilah-istilah yang digunakan juga biasa didengar orang.
2. Pembuatan skala secara relatif dapat dikatan mudah baik dengan abjad maupun dengan angka (skor) walaupun biasanya para praktisi Sumber Daya Manusia yang masih “ngotot” menggunakan hasil Manajemen Kinerja untuk dasar alkasi kenaikan gaji atau bonus.
3. Bila penilaian (rating) disertai dengan komentar tertulis, maka kemungkinan terjadinya “efek Halo” akan berkurang Penilai sangat terpengaruh oleh nilai ‘bagus” seorang karyawan untuk sebuah faktor tertentu yang dinilai sehingga untuk faktor-faktor lain ia juga memberikan nilai “bagus”.


Kelemahan dan Keterbatsan Metode “Graphic Rating Scale “ adalah
1. Karena yang dinilai adalah karakteristik (trait) kepribadian, maka para penilai seharusnya mempunyai pengetahuan yang cukup tentang ilmu jiwa dan perilaku manusia (psikologi).
2. karena yang dinialai adalah traits, tentunya ini sudah harus diketahui sejak tahap seleksi apabila diberlakukan tes psikologi.
3. Metode ini sangat “bias” budaya. Banyak karakteristik yang ditetapkan untuk dinilai didasarkan pada budya barat (Amerika) misalnya faktor “inisiatif” kemampuan mengeksikan diri dan kreativitas.
4. Bagaimanapun, elemen subyektivitas dalam metode ini masih tetap kuat dan tidak dapat dihilangkan sepenuhnya.

3. Metode management by objective (MBO)
Kelebihan
Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Tosi dan Carrol, mereka melakukan suatu survei terhadap para manajer dan kemudian mengemukakan kelebihan-kelebihan penerapan program MBO, yang dapat diperinci sebagai berikut:
·                     Memungkinkan para individu dapat mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.
·                     Membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer menetapkan suatu tujuan dan sasaran.
·                     Memperbaiki komunikasi antara seorang manajer dengan bawahan.
·                     Individu dapat mengetahui sasaran organisasinya.
·                     Membuat proses manajemen lebih wajar dengan memusatkan pada pencapaian tujuan/

Kekurangan
Berikut kelemahan dari MBO:
1.                  Proses negosiasi serta pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan waktu yang cukup lama.
2.                  Adanya kecenderungan seorang karyawan untuk memenuhi sasarannya tanpa mempedulikan rekan kerjanya, sehingga hilangnya kerjasama team yang dapat berpengaruh terhadap produktifitas organisasi.
3.                  Cenderung gagal bila tidak ada komitmen berkelanjutan dari manajemen puncak.


2. metode mana yang ideal diterapkan dalam sistem manajemen kinerja?
Menuruta saya yang paling ideal di terapkan di dalam siste manajemen kinerja adalah  MBO karena apabila   seorang manajer agar MBO  dapat melakukan hal-hal berikut, maka metode MBO akan berjalan dengan sangat efektif.
1.                  Mendidik dan melatih manajer.
2.                  Merumuskan tujuan secara jelas.
3.                  Menunjukkan komitmen puncak secara kontiniu.
4.                  Membuat umpan balik yang efektif.
5.                  Mendorong partisipasi.
Sumber :


TERIMA KASIH

0 comments:

Post a Comment