SOAL
1. Apakah kelebihan dan kekurangan :
a. metode peringkat paksa
b. metode Graphic Rating Scale
c. metode management by objective
(MBO)
2. metode mana yang ideal diterapkan
dalam sistem manajemen kinerja?
JAWAB
A, Metode peringkat paksa
Kelebihan :
Sebagai sebuah metode
pengiring penilaian kinerja, pemeringkatan paksa bisa membantu mengatasi
masalah inflasi nilai dan kegagalan untuk membedakan prestasi karyawan, yang
sering terjadi dalam proses penilaian kinerja. Jika diterapkan secara bijaksana
dan dieksekusi secara efektif, metode ini mampu membantu Anda:
·
Memastikan bahwa para manajer Anda akan membedakan karyawan yang
potensial dan yang tidak; sesuatu yang sering tidak bisa Anda peroleh hanya
melalui penerapan penilaian kinerja konvensional, dimana para atasan cenderung
memberikan nilai tinggi untuk hampir semua karyawan.
·
Mengartikulasikan kriteria yang dibutuhkan untuk sukses, dan
mendorong seluruh karyawan untuk mengubah perilaku mereka agar selaras dengan
apa yang sekarang mereka ketahui bisa membuat mereka sukses.
·
Menerapkan kriteria yang sama untuk semua departemen, sehingga
Anda bisa memperoleh perbandingan nilai lintas-departemen yang lebih akurat.
·
Menetapkan konsekuensi yang jelas untuk setiap kelompok prestasi,
dimana mereka yang berkinerja tinggi akan mendapatkan apresiasi yang tinggi,
sementara yang berprestasi rendah akan menerima ganjaran yang rendah pula.
Dengan demikian, dalam keterbatasan sumber daya, Anda bisa lebih memfokuskan
anggaran kompensasi maupun pengembangan Anda pada mereka yang memang memberikan
kontribusi lebih besar.
·
Mengidentifikasi kapabilitas para manajer Anda dalam mengenali
serta mengembangkan karyawan potensial, dan dengan demikian membantu Anda
mengidentifikasi tingkat kapabilitas kepemimpinan mereka.
·
Menciptakan dan mempertahankan budaya organisasi yang
berkinerja-tinggi dan yang mengapresiasi karyawan potensial, dimana karyawan
yang tidak bersedia menunjukkan komitmen untuk berkontribusi optimal tidak akan
merasa betah.
·
Meningkatkan kinerja perusahaan dan imbal hasil untuk para
pemegang saham; sebagaimana tampak dalam laporan penelitian Linkage, Inc.,
dimana terindikasi adanya korelasi yang kuat antara penerapan pengelolaan
kinerja —termasuk pemeringkatan paksa— dengan kedua ukuran produktivitas
organisasi tersebut.
Kekurangan:
Namun demikian, layaknya
gading yang tidak ada yang tak retak, metode ini juga mengundang kritik karena
memuat sejumlah kelemahan mendasar:
·
Pemeringkatan paksa menciptakan lingkungan persaingan yang bisa
merangsang timbulnya tindakan tidak etis; membatasi kreativitas, keberanian
untuk mengambil risiko, dan kerja sama; serta mendorong karyawan untuk tidak
meminta bantuan atau pelatihan tambahan karena takut diidentifikasi sebagai
karyawan yang berkinerja buruk.
·
Berkaitan dengan polanya yang memaksa manajer untuk memeringkat
dan mengelompokkan karyawan ke dalam kategori tertentu, metode ini bisa membuat
perusahaan melakukan kesalahan. Anda mungkin terpaksa memecat karyawan yang
sebenarnya mampu menjadi bintang di unit kerja lain karena di unit kerjanya
saat ini dia dimasukkan ke dalam kategori terendah. Atau, bisa jadi Anda
membuat seorang karyawan yang sesungguhnya berkinerja unggul menjadi kehilangan
motivasi karena —akibat adanya pembatasan kuota— Anda terpaksa menempatkan dia
di kategori menengah.
B. Metode
Graphic Rating Scale
Keuntungan dari
Penggunaan Metode “Graphic Rating Scale” adalah
1. Mudah dimengerti dan dipahami oleh penggunanya atau paling sedikitnya cukup
sederhana dan istilah-istilah yang digunakan juga biasa didengar orang.
2. Pembuatan skala secara relatif dapat dikatan mudah baik dengan abjad maupun
dengan angka (skor) walaupun biasanya para praktisi Sumber Daya Manusia yang
masih “ngotot” menggunakan hasil Manajemen Kinerja untuk dasar alkasi kenaikan
gaji atau bonus.
3. Bila penilaian (rating) disertai dengan komentar tertulis, maka kemungkinan
terjadinya “efek Halo” akan berkurang Penilai sangat terpengaruh oleh nilai
‘bagus” seorang karyawan untuk sebuah faktor tertentu yang dinilai sehingga
untuk faktor-faktor lain ia juga memberikan nilai “bagus”.
Kelemahan dan
Keterbatsan Metode “Graphic Rating Scale “ adalah
1. Karena yang dinilai adalah karakteristik (trait) kepribadian, maka para
penilai seharusnya mempunyai pengetahuan yang cukup tentang ilmu jiwa dan
perilaku manusia (psikologi).
2. karena yang dinialai adalah traits, tentunya ini sudah harus diketahui
sejak tahap seleksi apabila diberlakukan tes psikologi.
3. Metode ini sangat “bias” budaya. Banyak karakteristik yang ditetapkan untuk
dinilai didasarkan pada budya barat (Amerika) misalnya faktor “inisiatif”
kemampuan mengeksikan diri dan kreativitas.
4. Bagaimanapun, elemen subyektivitas dalam metode ini masih tetap kuat dan
tidak dapat dihilangkan sepenuhnya.
3. Metode
management by objective (MBO)
Kelebihan
Dalam suatu
penelitian yang dilakukan oleh Tosi dan Carrol, mereka melakukan suatu survei
terhadap para manajer dan kemudian
mengemukakan kelebihan-kelebihan penerapan program MBO, yang dapat diperinci
sebagai berikut:
·
Memungkinkan para individu dapat mengetahui apa yang diharapkan
dari mereka.
·
Membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer
menetapkan suatu tujuan dan sasaran.
·
Memperbaiki komunikasi antara seorang manajer dengan bawahan.
·
Individu dapat mengetahui sasaran organisasinya.
·
Membuat proses manajemen lebih wajar dengan memusatkan pada
pencapaian tujuan/
Kekurangan
Berikut kelemahan
dari MBO:
1.
Proses negosiasi serta pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO
membutuhkan waktu yang cukup lama.
2.
Adanya kecenderungan seorang karyawan untuk memenuhi sasarannya
tanpa mempedulikan rekan kerjanya, sehingga hilangnya kerjasama team yang dapat
berpengaruh terhadap produktifitas organisasi.
3.
Cenderung gagal bila tidak ada komitmen berkelanjutan dari
manajemen puncak.
2. metode mana yang ideal diterapkan dalam sistem manajemen
kinerja?
Menuruta
saya yang paling ideal di terapkan di dalam siste manajemen kinerja adalah MBO karena apabila seorang manajer agar MBO dapat melakukan hal-hal berikut, maka metode
MBO akan berjalan dengan sangat efektif.
1.
Mendidik dan melatih manajer.
2.
Merumuskan tujuan secara jelas.
3.
Menunjukkan komitmen puncak secara kontiniu.
4.
Membuat umpan balik yang efektif.
5.
Mendorong partisipasi.
Sumber :
TERIMA KASIH
0 comments:
Post a Comment