Friday, 13 October 2017

Tugas 3 Organisasi

SOAL
1.      Organisasi yang adaptif adalah organisasi yang memiliki kepekaan tinggi terhadap lingkungan yang ada di sekitar organisasi, mengapa demikian?
2.      Setiap organisasi tidak bisa  terlepas dari sistem yang formal (formalitas), tingkat kerumitan (kompleksitas) dan pemusatan aktivitas (sentralisasi).Bagaimanakah ketiga dimensi tersebut dapat berlaku harmonis dalam organisasi ?
3.      Sistem birokrasi mempunyai citra yang rumit, kolutif,  penuh dengan nepotisme dan kesan negative lainnya. Sebenarnya tidak demikian, karena birokrasi sebagai salah satu bentuk suatu organisasi.
a.      Berikan pandangan tentang birokrasi !
b.      Konsep apa yang ada dalam birokrasi ?
c.       Apabila dibandingkan dengan adhocracy apa saja perbedaannya ?
4.      Konfigurasi desain organisasi yang sering diimplementasikan dicetuskan oleh Henry Mintzberg yang terdiri dari : 1) The operating core, 2) The stastegic apex, dan 3) The middle line.
a.      Berikan pandangan tentang ketiga desain organisasi tersebut !
b.      Bagaimanakah keadaan organisasi apabila salah satu diantara dimensi desain organisasi tersebut dominan?
5.      Organisasi tidak bersifat statis, tetapi bersifat dinamis sesuai dengan perubahan lingkungan yang ada di sekitar organisasi.
a.      Pertimbangan apa saja yang menyebabkan organisasi harus diadakan perubahan.
b.      Organisasi yang bagaimanakah yang sesuai dengan perubahan lingkungan?

JAWAB
1. Organisasi adaptif = organisasi dengan sistem terbuka.
Suatu organisasi yang dapat menerima perubahan dari lingkungan yang berada di sekitar organisasi. Karena organisasi model ini mempunyai ketergantungan pada masukan dari lingkungan dan organisasi juga membutuhkan keluarannya  diserap oleh lingkungan. Perubahan apapun yang terjadi di lingkungan akan mempunyai dampak terhadap organisasi.
Apabila organisasi tidak peka terhadap lingkungan, organisasi akan menghadapi kehancuran dalam yang relatif tidak lama, karena organisasi tidak dapat beriteraksi yang berperan sebagai pemasok dan penyerap output organisasi. Sudah bukan waktunya lagi organisasi dengan sistem tertutup dapat hidup dalam era globalisasi seperti saat ini.

2. Organisasi membutuhkan koordinasi, komunikasi dan pengendalian agar organisasi efektif. Jika kompleksitas meningkat maka manajemen memastikan bahwa aktivitas dideferensiasi dan disebar secara bersama ke arah pencapaian tujuan organisasi. Variasi kegiatan yang variatif dikendalikan melalui sentralisasi wewenang dan keputusan yang dilakukan melalui ketentuan atau peraturan yang ditetapkan organisasi secara formal.
3. A. Organisasi birokrasi digunakan pada organisasi yang stabil dan memiliki struktur hirarki yang relatif tinggi biasanya dalam bentuk piramida, mempunyai kompleksitas, formalisasi dan sentralisasi yang ketat. Tugas telah dikelompokan ke dalam departemen fungsional, pengambilan keputusan mengikuti rantai komando dan mempunyai perbedaan yang tajam antara lini dan staf.
    B. Konsep birokrasi menurut teori Max Weber.
            1.  Pembagian kerja. Pekerjaan  dibagi sampai ke pekerjaan yang sederhana dan
          ditetpkan dengan jelas.
2.      Hirarki kewenangan yang jelas. Setiap jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan pengendalian dari yang lebih tinggi.
3.      Formalitas yang tinggi/ketat. Ketergantungan dan prosedur yang formal dan ketat untuk memastikan adanya keseragaman pemegang pekerjaan.
4.      Bersifat tidak pribadi. Tugas dan sangsi diperlakukan tanpa memperhatikan perasaan pribadi.
5.      Kepentingan organisasi lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi. Harus dapat memisahkan setiap kepentingan organisasi dan pribadi agar kepentingan organisasi lebih diutamakan untuk dicaai terlebih dahulu.
    C.   Perbedaan adhocracy dan birokrasi.  Adhocracy dalam pengambilan keputusan dan koordinasi lebih cepat, efisien dan responsive terhadap pelanggan. Mudah adaptasi terhadap lingkungan dan mudah bekerja sama meskipun tidak terprogram.

Birokrasi tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah, inovasi rendah, lambat dan tidak responsive terhadap pelanggan, namun manajer tingkat menengah dan bawah yang kurang berbakat masih dapat dikoordinasikan secara baik.



4.        a. The operating core. Pada umumnya para pekerja melaksanakan pekerjaan operasional yang berhubungan dengan produksi barang dan jasa.
b.The strategic apex. Manajer tingkat puncak yang mempunyai tanggung   jawab atas organisasi secara keseluruhan.
c. The middle line. Para manajer yang menjadi penengah (mediasi) operating core dengan strategic apex.

B. Jika pengendalian berada pada operating core maka keputusan akan didesentralisasi dan akan menciptakan biraokrasi profesional.

Jika strategic apex yang dominan maka pengendalian disentralisasi danorganisasi menjadi struktur yang sederhana.

Jika middle line yang mengendalikan maka terdapat kelompok otonom yang bekerja dalam sebuah struktur divisional.

5.         a. Perubahan tujuan. Jika organisasi memilih leader ke follower struktur organisasi    harus dirubah.
b. Implementasi tehnologi informasi yang lebih canggih. Organisasi memiliki persiapan untuk mengantisipasi masa depan yang baik, maka dimensi organisasi tentu harus dirubah.
c. Penggabungan. Organisasi harus mendesain kembali organisasi yang baru yang sesuai dengan karakter organisasi baru.

            d. Tindakan para pesaing. Tindakan agresif dari pesaing menyebabkan ekspansi peran peningkkatan desentralisasi.

            e. Peraturan pemerintah. Undang-undang baru, ketentuan baru dari pemerintah akan menyebakan perusabahan sistem sentralisasi dan desentralsiasi serta  formalisasi.

TERIMA KASIH


0 comments:

Post a Comment