Allah Swt mengirimkan dua orang malaikat yang selalu mengiringi kita kemana kaki kita melangkah. Seperti yang tertulis dalam sebuah surat Qaf ayat 16-19 yang berbunyi, ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, karena Kami lebih dekat dari pada urat lehernya sendiri. Kami kirimkan dua orang malaikat yang mencatat amal perbuatannya. Seorang duduk di sebelah kanannya dan seorang duduk di sebelah kirinya. Tidak ada satu pun ucapan yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Raqib 'Atid malaikat pengawas yang selalu hadir.”
Tapi entah mengapa, meskipun kita mengetahui bahwa ada dua orang malaikat yang selalu menyertai kita, tapi hal itu tidak memberikan pengaruh kepada diri kita ketika kita dihadapkan dengan keterpaksaan dan nafsu. Sehingga kita kembali terperosok ke dalam kesalahan dan mungkin sebuah dosa. Padahal ketika kita mengetahui antara kebenaran dan kesalahan, tapi justru yang terjadi malah kita langgar kebenaran yang ada dan melakukan kesalahan adalah TANDA-TANDA ORANG YANG FASIK.
Seringkali kita merasa sudah beriman, tapi benarkah kita sudah beriman? Dalam Al-Quran telah dijelaskan bagaimana keadaan orang yang beriman dan beramal saleh,”Dan adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh maka mereka surga-surga yang menjadi tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As-Sajdah: 19). Begitulah keadaan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, yaitu hidup dalam surganya Allah. Ketika kita hidup di dunia, surganya diwujudkan dengan kehidupan yang penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan. Jika dalam kehidupan kita ada tanda-tanda itu, maka boleh jadi dikategorikan sebagai hamba Allah yang beriman dan beramal saleh.
Jika SHOLAT KITA MASIH BOLONG-BOLONG, apalagi TIDAK MAU SHOLAT. Apabila SEDEKAH kita sangat sedikit dibanding dengan PENDAPATAN YANG KITA TERIMA, apalagi bila dicampur dengan riya. Bila disela-sela ketaatan kita ternyata masih terselip aroma kemusyrikan. Bila ternyata masih banyak orang susah dan menderita dibalik kekayaan dan kesuksesan kita, maka bisa jadi kita adalah CALON-CALON PENGHUNI NERAKA. Dunia yang kita genggam boleh jadi hanya sesaat sifatnya, semu. DAN KELAK AKAN BERUBAH MENJADI NERAKA
Kini kita kembali ke kehidupan kita sendiri. Apakah kehidupan kita sudah termasuk ke dalam kehidupan orang-orang yang beriman ataukah KEHIDUPAN ORANG-ORANG YANG FASIK. “DAN ADAPUN ORANG-ORANG YANG FASIK, maka tempat mereka adalah NERAKA. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka itu, mereka kami kembalikan lagi kedalamnya, dan kami katakan kepada mereka, RASAKANLAH SIKSA NERAKA yang dulu kamu dustakan” (As-Sajdah: 20). Jadi kehidupan orang-orang yang fasik diibaratkan sama ketika mereka berada di dalam neraka. Mereka hampir-hampir tidak bisa keluar dari permasalahannya. Setiap kali mereka menemukan jalan keluar, ternyata jalan yang ditemukan adalah jalan buntu. Tapi kebanyakan orang-orang tersebut tidak pernah menyadari kefasikannya dan tidak menyadari bahwa keadaannya adalah keadaan ORANG-ORANG FASIK, seperti:
• Mencari jalan kesembuhan, tiada kunjung sembuh. Karena dia FASIK. Bukan karena belum menemukan obatnya, tapi ditengah kesakitannya, dia masih saja suka menyakiti orang lain, MASIH SUKA MENINGGALKAN SHOLAT, KURANG BERSEDEKAH, atau hal-hal lain yang masih berupa dosa dan kemaksiatan yang belum dimohonkan ampunan. Tidak hanya itu, mungkin ditengah proses mencari kesembuhan, masih saja dia berupaya melalui jalan KEMUSYRIKAN.
• Mencari solusi buat hutang, tapi tak kunjung ketemu rezeki buat bayar hutang. Yang ada malah semakin menambah masalah. Sebabnya adalah fasik. Sangat gampang menggunakan uang orang lain, tergoda mencari jalan pintas, tergoda melakukan kejahatan dan kebohongan. Padahal ia tahu, ia sedang butuh pertolongan Allah. Tapi selalu saja kefasikan yang terjadi.
• Dan masih banyak contoh-contoh lain yang mungkin ada dalam kehidupan kita semua. Trus, BAGAIMANA ALLAH MAU MENOLONG KITA, BILA KITA MASIH DIANGGAPNYA FASIK. Mungkin juga bukan pertolongan yang akan kita terima, tetapi azab sebelum kita benar-benar merasakan azab di akhirat. Na'udzubillah tsumma na'udzubillah.
“DAN SESUNGGUHNYA KAMI MERASAKAN KEPADA MEREKA SEBAGIAN AZAB YANG DEKAT DI DUNIA SEBELUM AZAB YANG LEBIH BESAR DI AKHIRAT, SUPAYA MEREKA KEMBALI KE JALAN YANG BENAR. DAN SIAPAKAH YANG LEBIH ZALIM DARIPADA ORANG-ORANG YANG TELAH DIPERINGATKAN ALLAH DENGAN AYAT-AYAT-NYA, KEMUDIAN IA BERPALING DARIPADANYA? SESUNGGUHNYA ALLAH AKAN MEMBERIKAN BALASAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERDOSA.” ”(QS AS-SAJDAH: 21-22)
ITULAH TANDA-TANDA ORANG YANG FASIK, ketika disebutkan kebenaran melalui ayat-ayat Al-Quran, mereka tidak mau mengakui kebenarannya, malah mereka berpaling dari kebenaran itu sendiri. Semoga kita bukan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang fasik. Kita harus selalu ingat, apapun yang terjadi di dunia ini semua adalah kehendak Allah. Dan hendaknya kita sendiri yang mampu memelihara keimanan dan amal saleh yang kita miliki. Semoga Allah selalu bersama kita, dan selalu menguatkan iman kita. Amin Allohumma Amin...
Tapi entah mengapa, meskipun kita mengetahui bahwa ada dua orang malaikat yang selalu menyertai kita, tapi hal itu tidak memberikan pengaruh kepada diri kita ketika kita dihadapkan dengan keterpaksaan dan nafsu. Sehingga kita kembali terperosok ke dalam kesalahan dan mungkin sebuah dosa. Padahal ketika kita mengetahui antara kebenaran dan kesalahan, tapi justru yang terjadi malah kita langgar kebenaran yang ada dan melakukan kesalahan adalah TANDA-TANDA ORANG YANG FASIK.
Seringkali kita merasa sudah beriman, tapi benarkah kita sudah beriman? Dalam Al-Quran telah dijelaskan bagaimana keadaan orang yang beriman dan beramal saleh,”Dan adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh maka mereka surga-surga yang menjadi tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As-Sajdah: 19). Begitulah keadaan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, yaitu hidup dalam surganya Allah. Ketika kita hidup di dunia, surganya diwujudkan dengan kehidupan yang penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan. Jika dalam kehidupan kita ada tanda-tanda itu, maka boleh jadi dikategorikan sebagai hamba Allah yang beriman dan beramal saleh.
Jika SHOLAT KITA MASIH BOLONG-BOLONG, apalagi TIDAK MAU SHOLAT. Apabila SEDEKAH kita sangat sedikit dibanding dengan PENDAPATAN YANG KITA TERIMA, apalagi bila dicampur dengan riya. Bila disela-sela ketaatan kita ternyata masih terselip aroma kemusyrikan. Bila ternyata masih banyak orang susah dan menderita dibalik kekayaan dan kesuksesan kita, maka bisa jadi kita adalah CALON-CALON PENGHUNI NERAKA. Dunia yang kita genggam boleh jadi hanya sesaat sifatnya, semu. DAN KELAK AKAN BERUBAH MENJADI NERAKA
Kini kita kembali ke kehidupan kita sendiri. Apakah kehidupan kita sudah termasuk ke dalam kehidupan orang-orang yang beriman ataukah KEHIDUPAN ORANG-ORANG YANG FASIK. “DAN ADAPUN ORANG-ORANG YANG FASIK, maka tempat mereka adalah NERAKA. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka itu, mereka kami kembalikan lagi kedalamnya, dan kami katakan kepada mereka, RASAKANLAH SIKSA NERAKA yang dulu kamu dustakan” (As-Sajdah: 20). Jadi kehidupan orang-orang yang fasik diibaratkan sama ketika mereka berada di dalam neraka. Mereka hampir-hampir tidak bisa keluar dari permasalahannya. Setiap kali mereka menemukan jalan keluar, ternyata jalan yang ditemukan adalah jalan buntu. Tapi kebanyakan orang-orang tersebut tidak pernah menyadari kefasikannya dan tidak menyadari bahwa keadaannya adalah keadaan ORANG-ORANG FASIK, seperti:
• Mencari jalan kesembuhan, tiada kunjung sembuh. Karena dia FASIK. Bukan karena belum menemukan obatnya, tapi ditengah kesakitannya, dia masih saja suka menyakiti orang lain, MASIH SUKA MENINGGALKAN SHOLAT, KURANG BERSEDEKAH, atau hal-hal lain yang masih berupa dosa dan kemaksiatan yang belum dimohonkan ampunan. Tidak hanya itu, mungkin ditengah proses mencari kesembuhan, masih saja dia berupaya melalui jalan KEMUSYRIKAN.
• Mencari solusi buat hutang, tapi tak kunjung ketemu rezeki buat bayar hutang. Yang ada malah semakin menambah masalah. Sebabnya adalah fasik. Sangat gampang menggunakan uang orang lain, tergoda mencari jalan pintas, tergoda melakukan kejahatan dan kebohongan. Padahal ia tahu, ia sedang butuh pertolongan Allah. Tapi selalu saja kefasikan yang terjadi.
• Dan masih banyak contoh-contoh lain yang mungkin ada dalam kehidupan kita semua. Trus, BAGAIMANA ALLAH MAU MENOLONG KITA, BILA KITA MASIH DIANGGAPNYA FASIK. Mungkin juga bukan pertolongan yang akan kita terima, tetapi azab sebelum kita benar-benar merasakan azab di akhirat. Na'udzubillah tsumma na'udzubillah.
“DAN SESUNGGUHNYA KAMI MERASAKAN KEPADA MEREKA SEBAGIAN AZAB YANG DEKAT DI DUNIA SEBELUM AZAB YANG LEBIH BESAR DI AKHIRAT, SUPAYA MEREKA KEMBALI KE JALAN YANG BENAR. DAN SIAPAKAH YANG LEBIH ZALIM DARIPADA ORANG-ORANG YANG TELAH DIPERINGATKAN ALLAH DENGAN AYAT-AYAT-NYA, KEMUDIAN IA BERPALING DARIPADANYA? SESUNGGUHNYA ALLAH AKAN MEMBERIKAN BALASAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERDOSA.” ”(QS AS-SAJDAH: 21-22)
ITULAH TANDA-TANDA ORANG YANG FASIK, ketika disebutkan kebenaran melalui ayat-ayat Al-Quran, mereka tidak mau mengakui kebenarannya, malah mereka berpaling dari kebenaran itu sendiri. Semoga kita bukan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang fasik. Kita harus selalu ingat, apapun yang terjadi di dunia ini semua adalah kehendak Allah. Dan hendaknya kita sendiri yang mampu memelihara keimanan dan amal saleh yang kita miliki. Semoga Allah selalu bersama kita, dan selalu menguatkan iman kita. Amin Allohumma Amin...
0 comments:
Post a Comment