JALAN CINTA ISTRI PEJUANG
Inilah sebuah kisah,
kisah Yang lama terpendam,
Kisah tentang kesetiaan dan pengorbanan seorang istri
pejuang.
NA-ILAH BINTI
AL-FARAFISHAH
Seorang gadis kristen cantik dari negeri Kufah,
berkulit putih, berparas jelita,
berfikiran jernih dan berakhlak
penuh pesona. Laksana bunga harum lagi mekar yang menjadi incaran
"para" kumbang.
Keelokan dan keindahannya telah sampai ke telinga sang
khalifah amirul mukminiin Utsman bin
Affan Radhiyallahu anhu, maka beliau pun meminang gadis idaman, dan sang
khalifah pun menikahinya setelah dia masuk Islam.
Taukah engkau terpautnya umur di antara keduanya??? seorang khalifah Islam berumur
senja, menikahi seorang gadis yang masih belia... sebagian riwayat mengatakan
umur khalifah 81 tahun sedang umur Na-ilah masih 18 tahun, sebagian lagi
mengatakan umur Utsman 76 tahun sedang
umur Nailah 16 tahun. Dan masih ada riwayat lainnya.
Apakah anda mengira ini pernikahan ala siti nurbaya
atau pernikahan yang terpaksa? Tidak, sekali lagi tidak, tapi ini adalah
pernikahan karena cinta, pernikahan yang sejarah akan gagal menggoreskan
tintanya untuk menulis kisah semisalnya, cinta seorang gadis muslimah dengan
seorang ksatria Islam di zamannya..
Di Malam pertama, khalifah menyapa lembut kekasihnya:
"wahai Na-ilah, kenapa engkau mau
menikah dengan lelaki tua seperti aku?", Nailahpun menjawab: "aku
suka dengan lelaki yang lebih tua", khalifah pun berkata: " tapi masa
tuaku telah melampaui masa tua yang ada" ... Na-ilah-pun menjawab: TETAPI MASA MUDAMU
TELAH ENGKAU HABISKAN BERSAMA RASULULLAH shallallahu 'alaihi wasallam.
Allahu Akbar...
lihatlah.....
Dia telah memilih pemilik sepasang mata yang dulu
pernah melihat dan bersua dengan Rasulullah, Dia telah memilih lelaki ksatria
yang menghabiskan masa mudanya demi membela Nabi yang Mulia.
Biduk pernikahanpun berjalan, Utsman bin Affan
diperlakukan dengan penuh cinta dan akhlak yang mulia, Na-ilah pun dianugrahi
oleh Allah keberkahan cinta sang Khalifah.
Hari-Hari berjalan, sang Khalifah menaklukkan
negeri-negeri kafir, menundukkan dan mengislamkan penduduknya, hingga negeri
islam terbentang dari timur hingga ke barat, terbentang dari afrika utara
hingga ke azerbaijan. Semua itu tidak lepas dari peran istri pejuang, istri
seorang ksatria yang menemani sang suami dalam suka dan duka....tentunya
setelah taufik dari Rabb semesta alam.
Hingga tibalah hari-hari kelam dalam sejarah islam,
mucullah ribuan manusia-manusia durjana berhati syetan berkumpul di kota
Madinah di saat para sahabat senior beribadah haji di tanah haram, kaum
munafikin pengikut Abdullah bin Saba' mengepung rumah sang khalifah, ingin
menjatuhkannya dan mengobarkan api revolusi dan melengserkannya dari tampuk
kekhalifahan.
Para anak2 shahabat yang kalah jumlah bergegas dan
segera menuju rumah sang khalifah, menghunuskan pedang dan membela sang
khalifah.,,akan tetapi sang Khalifah memerintahkan mereka untuk pulang dan
menyarungkn pedang-pedang mereka, hingga
akhirnya manusia-manusia syetan itu berhasil mendobrak pintu rumah sang
khalifah, sedang sang khalifah dalam keadaan berpuasa lagi khusyu' melantunkan
Al-Qur'an....Ditemani Nailah sang istri yang tidak sejengkalpun mundur dari
menjaga dan melayani sang khalifah ustman bin Affan.
Hingga takdir Allah berjalan, Datang lah manusia
terlaknat masuK ke rumah sang KHALIFAH, Mengayunkan pedang ke arah tubuh sang
khalifah yang sedang membaca al-Qur'an,....maka dengan cepat Na-ilah maju
menangkis mata pedang yang tajam, hingga jari-jari Nailah terputus demi membela
suaminya utsman bin Affan. Namun apalah daya seorang wanita lemah yang sedang
melawan manusia iblis yang penuh dengan amarah dan kebencian, tatkala Utsman
melihat Na'ilah belum sempat mengenakan hijab demi membelanya, maka Utsman pun
berkata: "masuklah ya Na'ilah demi Allah aku terbunuh lebih aku cintai
dari pada auratmu dilihat oleh
manusia-manusia ini", hingga
akhirnya gugurlah sang khalifah Utsman bin Affan sebagai martir Islam, darah
Nailah bercampur dengan darah syahid sang khalifah.
Nailah berkata kepada kaum pemberontak: "celaka
kalian, kalian telah membunuh manusia yang selalu sholat malam dan membaca
al-Qur'an.
Madinah pun bergejolak membara, dalam riwayat tiada manusia yang berani mengubur ustman
karena banyaknya para syetan berkeliaran, hingga Nailah setia mendampingi
jenazah sang suami....Nailah meminta bantuan Jubair bin Muth'im untuk mengubur
jenazah khalifah, tapi karena bergejolaknya Madinah, maka pemakaman-pun ditunda
hingga waktu malam....
Ketika malam tiba, Na-ilah membewa lentera bersama
Jubair bin Muth'im dan beberapa wanita dan lelaki lainnya, Jubair meminta agar
Nailah mematikan lentera agar syetan syetan itu tidak mengacaukan pemakaman
sang khalifah, Utsman dimakamkan sedangkan Nailah diterpa kesedihan yang
mendalam...
Sambil mengubur jenazah sang suami Na-ilah berkata:
"ya
ustmaaanaaahhhh.... ya amiral mukminiiinah, bagaimana aku tidak bersedih dengan
kepergianmu......"
NAILAH pun memperjuangkan hak Qishas suaminya, Ia
mendatangi manusia2 di kota madinah akan tetapi usahanya tak berbuah...akhirnya
Na-ilah menulis surat kepada Mu'awiyah selaku Amir negeri Syam dan sebagai
keluarga dekat ustman bin Affan.
HINGGA TERJADILAH APA YANG TERJADI...ANTARA ALI DAN
MU'AWIYAH.
waktu terus berjalan, Na-ilah menjanda ditinggal suami
tercinta, hari- harinya dipenuhi dengan kerinduan dengan sang khalifah, hingga
cinta itu tak usang di makan zaman tak
lapuk dimakan waktu....
Status janda belumlah memudarkan kecantikannya, hingga
datanglah lelaki rupawan, bangsawan bahkan bergelar amirul mukminin khalifah
Muawiyah bin Abi Sufyan datang melamar
Nailah, ...maka Nailah pun bertanya ke wanita yang ada di dekatnya: "apa
yang membuat lelaki tertarik denganku padahal aku adalah seorang wanita janda
yang terputus jari-jarinya? Wanita itu menjawab: Gigi serimu...maka Nailah-pun
memecahkan gigi serinya dan berkata: "demi Allah aku tak akan pernah
mengganti cinta Utsman bin Affan"
Masya Allah...lihatlah wanita ini, dilamar seorang
lelaki yang memiliki dunianya, tapi dia menolaknya dan lebih berharap menjadi
istrinya Utsman bin Affan di dunia dan di akherat...padahal dia seorang janda
yang membutuhkan perlindungan.
Waktu telah berlalu Nailah si cantik ini, senyap dari
keramaian, dia mengurus putra-putri buah hatinya bersama
Utsman...membesarkannya dengan penuh cinta, dan dia tidak menikah lagi hingga
ajal menjemputnya....innaa lillaahi wainnaa ilaihi raji'uun....
Semoga Allah merahmatimu wahai Nailah...
Semoga Allah mempertemukanmu kembali dengan kekasihmu
Utsman bin Affan
Di syurga Utsman akan menjadi pemuda gagah dan engkau
menjadi bidadari jelita..insya Allah
Dan semoga wanita2 muslimah setelahmu bisa meneladani
kesetiaanmu dan pengorbananmu demi agama dan cintamu...
Akhukum Fillah:
Fadlan Fahamsyah
Disarikan dari:
1. Abdul Malik al-Qasim, nikah Ash-Shalihat tsimaaruhu
wa aatsaaruhu (Dar al-Qasim) hal. 15, .
2. Imam Adz-Dzahabi, Tarikh al-Islam (Dar Al- hari
al-Islam, 2003) vol. 2, hal.242. Dan 257.
3. Ibnu Katsir, al-Bidayah wa an-nihayah (Dar al-Hijr,
1418 H), vol. 10, hal. Wanita 307
4. Utsman bin Muhammad al-Khamis, Hikqbah minat tarikh,
5. https://ar.m.wikipedia.org/wiki
Dll.
0 comments:
Post a Comment